Share

Jelang Leg Kedua, Pelatih Thailand Kesulitan Tidur Gara-Gara Pikirkan Laga Melawan Vietnam

Ilham Sigit Pratama, MNC Portal · Minggu 26 Desember 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 51 2522872 jelang-leg-kedua-pelatih-thailand-kesulitan-tidur-gara-gara-pikirkan-laga-melawan-vietnam-6HsTa8TSr8.jpg Pelatih Timnas Thailand, Alexandre Polking. (Foto: Instagram/changsuek)

KALLANG – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Thailand, Alexandre Polking mengaku kesulitan untuk tidur jelang melawan Vietnam di leg kedua semifinal Piala AFF 2020 pada Minggu (26/12/2021) pukul 19.30 WIB. Ia mengaku bekerja keras untuk menemukan cara mengalahkan strategi Vietnam asuhan Park Hang-seo.

Tentu hal itu terbilang unik lantaran Thailand sejatinya diuntungkan di leg kedua karena memiliki bekal kemenangan 2-0 dari leg pertama. Namun, semua itu tak membuat Mano –sapaan akrab Polking– jemawa dan ia tetap ingin mengincar kemenangan. Dirinya ingin melenggang ke final secara nyaman dan menyimpan energi untuk partai final.

Polking sadar lawannya kali ini merupakan tim yang tengah menjelma menjadi raksasa di Asia Tenggara. Mano khawatir dengan pengalaman dan jam terbang Park Hang-seo sebagai pelatih yang bisa menyulap Vietnam menjadi tim dengan peringkat FIFA tertinggi di Asia Tenggara.

Baca Juga: Ibaratkan seperti Perang, Park Hang-seo Siapkan Strategi Terbaik untuk Kalahkan Thailand

Pelatih TImnas Thailand, Alexandre Polking (Instagram/changsuek)

Padahal dirinya ingin anak asuhnya terlalu terkuras staminanya agar bisa tampil di partai final dengan bugar. Sebab itu, Mano mengaku tidak bisa tidur jelang laga leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Nasional Singapura, Kallang, Minggu (26/12/2021) malam WIB.

“Saya tidak bisa tidur dan sepertinya saya sudah bekerja selama 20 jam melihat semua skenario yang berbeda,” kata Mano dilansir laman resmi Piala AFF, Minggu (26/12/2021).

Cederanya bek pilar Vietnam, Do Duy Manh menjadi alasan mengapa Mano kesulitan memprediksi skema dan formasi Vietnam. Pelatih berusia 45 tahun itu pun hanya bisa menerka-nerka mengenai bagaimana Park Hang Seo akan mengubah skema permainan pasca ditinggal bek pilarnya.

“Mungkin mereka akan memainkan empat bek, mungkin mereka akan menaikkan bek sayap mereka untuk bermain lebih ke depan, atau elemen lain,” terangnya.

Kendati demikian, Mano tetap enggan melupakan cara bermain timnya. Dirinya ingin timnya bermain pragmatis agar taktiknya tidak mudah terbaca oleh lawan.

Timnas Thailand (Foto: Instagram/changsuek)

“Tetapi kami juga perlu mempertimbangkan kekuatan kami, dan tidak akan menerapkan cara bermain yang sama seperti babak kedua (leg pertama),” tambahnya.

Nantinya siapa pun yang menang dan lolos ke final di antara Thailand dan Vietnam, maka tim tersebut akan berhadapan dengan Timnas Indonesia. Skuad Garuda sudah lebih dulu mendapatkan tiket ke final lantaran mampu menghabisi Singapura dengan skor agregat 5-3.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini