3, Pochettino Bisa Jadi Pelatih Jangka Panjang yang Diinginkan Man United

Saat ini Man United telah menunjuk Michael Carrick sebagai caretaker sambil pihak klub mencari peltaih sementara hingga musim 2021-2022 berakhir. Setelah itu, barulah Man United dikabarkan akan mencari pelatih besar untuk menghadapi musim 2022-2023.
Sebelumnya, sudah banyak pelatih besar yang dipilih untuk menangani Man United secara jangka panjang, sebut saja seperti David Moyes, Loius van Gaal, Jose Mourinho, dan Solskjaer, tapi semuanya sirna begitu saja.
Kendati begitu, banyak pihak justru merasa Pochettino mungkin sosok yang tepat untuk menjadi pelatih jangka panjang yang selama ini dicari pengganti Man United sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson.
2. Pochettino Memiliki Pengalaman di Klub yang Memiliki Petinggi yang Sulit

Para petinggi Man United dikenal sangat keras dan sulit untuk dihadapi. Hal itu jelas bisa menjadi kendala bagi sang pelatih karena ia akan kesulitan untuk bekerja dengan baik. Sebab terkadang apa yang diinginkan sang pelatih terkendala dengan persetujuan manajemen klub.
Tekanan dari petinggi juga tak hanya masalah kebijakan tapi juga target. Van Gaal dan Mourinho sudah menjadi korban dari kerasnya dewan pimpinan klub berjuluk The Red Devils tersebut.
Hierarki klub juga berselisih dengan manajer Manchester United sebelumnya. Louis van Gaal praktis dipecat di tempat setelah memenangkan Piala FA, sementara Jose Mourinho menuduh dewan gagal mendukungnya di pasar transfer.
Ole Gunnar Solskjaer kemudian diizinkan untuk menghabiskan sejumlah besar uang yang tidak menghasilkan trofi apa pun.
Untungnya bagi penggemar Manchester United, Mauricio Pochettino memiliki sejarah panjang bekerja dengan eksekutif yang sulit. Bos besar Tottenham Hotspur, Daniel Levy memang terkenal pelit di bursa transfer.
Penolakannya untuk berinvestasi dalam skuad Spurs menyebabkan Pochettino meninggalkan White Hart Lane pada 2019. Pelatih asal Argentina itu adalah salah satu dari sedikit manajer tingkat atas yang berpotensi dapat bekerja sama dengan baik ketika menghadapi dewan yang dianggap tidak kompeten oleh para penggemar.