PENCARIAN siapa pengganti Ole Gunnar Solskjer di kursi kepelatihan Manchester United terus berlanjut. Beberapa nama dikaitkan dengan klub berjuluk The Red Devils tersebut, namun Mauricio Pochettino tetap menjadi kandidat terkuat yang dapat mengisi kursi kepelatihan yang sudah ditinggalkan Solskjaer.
Banyak yang berpendapat pelatih yang saat ini sedang menangani Paris Saint-Germain (PSG) tersebut sangat cocok jika melatih Man United. Lantas apa saja alasan yang membuat banyak pihak merasa mantan juru taktik Tottenham Hotspur itu bisa menjadi sosok yang tepat di Old Trafford?
Berikut 5 Alasan Mauricio Pochettino Cocok untuk Manchester United, Mengutip dari Sportskseeda:
5. Pochettino Dapat Kembangkan Permainan Wingback
Liga Inggris saat ini sangat bergantung kepada para pemain wingback. Banyak pemain-pemain bek sayap yang merasakan karier yang luar biasa di Inggris karena memang posisi tersebut sangat dibutuhkan.
Beberapa tim besar di Liga Inggris saat ini pasti memiliki beberapa pemain fullback andalan, sebut saja seperti Liverpool yang memiliki Trent Alexancer-Arnold dan Andrew Robertson, Manchester City yang memiliki Joan Cancelo serta Kyle Walker, dan Chelsea yang ada Reece James serta Ben Chilwell.
Man United pun memiliki fullback hebat seperti Luke Shaw dan Aaron Wan-Bissaka. Sayangnya Solskjaer gagal memanfaatkan kemampuan terbaik para pemain wingback Man United dan kehadiran Pochettini yang sudah terkenal andal mengembangkan permainan bek sayap jelas bisa menjadi solusi untuk Setan Merah.
4. Pochettino Bisa Jadi Solusi Buruknya Permainan Pressing Man United
Melihat bagaimana pressing yang dilakukan Manchester United saat tak memegang bola mungkin merupakan hal yang terburuk di musim ini. Bruno Fernandes sering bekerja sendirian, kalah dalam pertempuran saat menekan lawan.
Rekor Manchester United yang hanya bisa melakukan tiga clean sheet dalam 25 pertandingan terakhir mereka jelas sangat buruk. Man United dinilai kurang hebat dalam hal menekan lawan, padahal banyak timm elit Liga Inggris yang justru luar biasa di luar penguasaan bola.
'Gegenpress' Jurgen Klopp, gaya bermain NGolo Kante dan Mateo Kovacic, serta pers Manchester City yang mengerikan semuanya telah membawa tim mereka meraih trofi. Pochettino, bagaimanapun, telah belajar dari yang terbaik.
Bos PSG memiliki karier bermain yang sukses, dan ditemukan dan dibimbing oleh Marcelo Bielsa tertentu. Menekan adalah inti dari filosofi pelatih legendaris Leeds United.
Tim Leeds-nya berlari lebih cepat, lebih keras, dan lebih jauh daripada tim lain di liga. Pochettino tidak terlalu berbeda. Sudah diketahui bahwa sesi latihannya sangat keras, dan dia mengatur timnya untuk menekan dari depan.
Jika dia tiba di Manchester United, dia akan ditugaskan untuk memperbaiki unit yang tak rapat, kacau dan terus terang bingung ketika berada di dalam tekanan,