5 Alasan Mauricio Pochettino Cocok untuk Manchester United, Nomor 2 Sensasional

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 45 2506701 5-alasan-mauricio-pochettino-cocok-untuk-manchester-united-nomor-2-sensasional-ZLkHRl8oce.JPG Pelatih Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino. (Foto: Reuters)

PENCARIAN siapa pengganti Ole Gunnar Solskjer di kursi kepelatihan Manchester United terus berlanjut. Beberapa nama dikaitkan dengan klub berjuluk The Red Devils tersebut, namun Mauricio Pochettino tetap menjadi kandidat terkuat yang dapat mengisi kursi kepelatihan yang sudah ditinggalkan Solskjaer.

Banyak yang berpendapat pelatih yang saat ini sedang menangani Paris Saint-Germain (PSG) tersebut sangat cocok jika melatih Man United. Lantas apa saja alasan yang membuat banyak pihak merasa mantan juru taktik Tottenham Hotspur itu bisa menjadi sosok yang tepat di Old Trafford?

Berikut 5 Alasan Mauricio Pochettino Cocok untuk Manchester United, Mengutip dari Sportskseeda:

5. Pochettino Dapat Kembangkan Permainan Wingback

Luke Shaw bisa menjadi berbahaya jika diasuh oleh Pochettino

Liga Inggris saat ini sangat bergantung kepada para pemain wingback. Banyak pemain-pemain bek sayap yang merasakan karier yang luar biasa di Inggris karena memang posisi tersebut sangat dibutuhkan.

Beberapa tim besar di Liga Inggris saat ini pasti memiliki beberapa pemain fullback andalan, sebut saja seperti Liverpool yang memiliki Trent Alexancer-Arnold dan Andrew Robertson, Manchester City yang memiliki Joan Cancelo serta Kyle Walker, dan Chelsea yang ada Reece James serta Ben Chilwell.

Man United pun memiliki fullback hebat seperti Luke Shaw dan Aaron Wan-Bissaka. Sayangnya Solskjaer gagal memanfaatkan kemampuan terbaik para pemain wingback Man United dan kehadiran Pochettini yang sudah terkenal andal mengembangkan permainan bek sayap jelas bisa menjadi solusi untuk Setan Merah.

4. Pochettino Bisa Jadi Solusi Buruknya Permainan Pressing Man United

Bruno Fernandes bersama Cristiano Ronaldo

Melihat bagaimana pressing yang dilakukan Manchester United saat tak memegang bola mungkin merupakan hal yang terburuk di musim ini. Bruno Fernandes sering bekerja sendirian, kalah dalam pertempuran saat menekan lawan.

Rekor Manchester United yang hanya bisa melakukan tiga clean sheet dalam 25 pertandingan terakhir mereka jelas sangat buruk. Man United dinilai kurang hebat dalam hal menekan lawan, padahal banyak timm elit Liga Inggris yang justru luar biasa di luar penguasaan bola.

'Gegenpress' Jurgen Klopp, gaya bermain NGolo Kante dan Mateo Kovacic, serta pers Manchester City yang mengerikan semuanya telah membawa tim mereka meraih trofi. Pochettino, bagaimanapun, telah belajar dari yang terbaik.

Bos PSG memiliki karier bermain yang sukses, dan ditemukan dan dibimbing oleh Marcelo Bielsa tertentu. Menekan adalah inti dari filosofi pelatih legendaris Leeds United.

Tim Leeds-nya berlari lebih cepat, lebih keras, dan lebih jauh daripada tim lain di liga. Pochettino tidak terlalu berbeda. Sudah diketahui bahwa sesi latihannya sangat keras, dan dia mengatur timnya untuk menekan dari depan.

Jika dia tiba di Manchester United, dia akan ditugaskan untuk memperbaiki unit yang tak rapat, kacau dan terus terang bingung ketika berada di dalam tekanan,

3, Pochettino Bisa Jadi Pelatih Jangka Panjang yang Diinginkan Man United

Mauricio Pochettino

Saat ini Man United telah menunjuk Michael Carrick sebagai caretaker sambil pihak klub mencari peltaih sementara hingga musim 2021-2022 berakhir. Setelah itu, barulah Man United dikabarkan akan mencari pelatih besar untuk menghadapi musim 2022-2023.

Sebelumnya, sudah banyak pelatih besar yang dipilih untuk menangani Man United secara jangka panjang, sebut saja seperti David Moyes, Loius van Gaal, Jose Mourinho, dan Solskjaer, tapi semuanya sirna begitu saja.

Kendati begitu, banyak pihak justru merasa Pochettino mungkin sosok yang tepat untuk menjadi pelatih jangka panjang yang selama ini dicari pengganti Man United sejak ditinggalkan Sir Alex Ferguson.

2. Pochettino Memiliki Pengalaman di Klub yang Memiliki Petinggi yang Sulit

Mauricio Pochettino

Para petinggi Man United dikenal sangat keras dan sulit untuk dihadapi. Hal itu jelas bisa menjadi kendala bagi sang pelatih karena ia akan kesulitan untuk bekerja dengan baik. Sebab terkadang apa yang diinginkan sang pelatih terkendala dengan persetujuan manajemen klub.

Tekanan dari petinggi juga tak hanya masalah kebijakan tapi juga target. Van Gaal dan Mourinho sudah menjadi korban dari kerasnya dewan pimpinan klub berjuluk The Red Devils tersebut.

Hierarki klub juga berselisih dengan manajer Manchester United sebelumnya. Louis van Gaal praktis dipecat di tempat setelah memenangkan Piala FA, sementara Jose Mourinho menuduh dewan gagal mendukungnya di pasar transfer.

Ole Gunnar Solskjaer kemudian diizinkan untuk menghabiskan sejumlah besar uang yang tidak menghasilkan trofi apa pun.

Untungnya bagi penggemar Manchester United, Mauricio Pochettino memiliki sejarah panjang bekerja dengan eksekutif yang sulit. Bos besar Tottenham Hotspur, Daniel Levy memang terkenal pelit di bursa transfer.

Penolakannya untuk berinvestasi dalam skuad Spurs menyebabkan Pochettino meninggalkan White Hart Lane pada 2019. Pelatih asal Argentina itu adalah salah satu dari sedikit manajer tingkat atas yang berpotensi dapat bekerja sama dengan baik ketika menghadapi dewan yang dianggap tidak kompeten oleh para penggemar.

1. Mauricio Pochettino Adalah Satu-Satunya Opsi Terbaik yang Dimiliki Man United saat Ini

Mauricio Pochettino

Sebenarnya ada banyak pelatih hebat yang bisa saja menangani Man United. Masalahnya waktu yang tidak tepat membuat pelatih-pelatih hebat tak bisa mengambil pekerjaan di Old Trafford tersebut.

Jika melihat opsi yang ada saat ini, maka Pochettino adalah opsi terbaik yang dimiliki Man United. Jadi, karena itulah jika memang Man United berniat untuk segera mendatangkan pelatih hebat dalam waktu dekat ini, Pochettini adalah jawabannya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini