MARTUNIS adalah sosok yang menggemparkan Indonesia pada 2004 silam. Dia adalah salah satu korban selama dari gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Bencana alam itu juga membuat Martunis menjadi anak angkat dari megabintang Manchester United, Cristiano Ronaldo.
Kisah Martunis berawal dari dirinya yang sedang bermain bola bersama teman-teman pada hari nahas itu. Ketika asyik bermain, tsunami datang ke tempat Martunis.

Martunis bersama Ibu, yang bernama Salwa, dan kedua saudaranya, yaitu Salwa (kakak laki-laki, Nurul A’la) dan Annis (adiknya), berusaha menyelamatkan diri dengan menumpang ke mobil pick up tetangganya. Saat itu, sang ayah sedang bekerja di tambak.
Namun, upaya Martunis tidak berbuah manis. Sebab, mobil pick up tersebut tergulung oleh ombak tsunami. Hanya Martunis, yang berumur tujuh tahun, yang selamat dari mobil pick up tersebut.
Martunis terombang-ambing di laut selama 21 hari. Saat itu, sepotong kayu dan kasur dimanfaatkan Martunis agar tidak tenggelam. Martunis juga memanjat pohot untuk bertahan hidup.
BACA JUGA: Jelang Manchester United vs Liverpool, Cristiano Ronaldo Janji Bakal Bungkam Pengkritiknya
Namun, dia terbawa lagi ke laut, lalu akhirnya terdampar di rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala. Penduduk pun menemukannya pada 15 Januari 2005.
Saat ditemukan, Martunis memakai jersey Tim Nasional (Timnas) Portugal bernomor punggung 10 milik Rui Costa. Hal itu mengundang perhatian dari dunia sepakbola, terutama para pesepakbola bintang.