Pergantian Pemain Dalam Sepak Bola

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 51 2475415 pergantian-pemain-dalam-sepak-bola-E1CBplMbRo.jpg Pergantian pemain dalam sepak bola telah diatur agar pertandingan berjalan adil. (Foto/Reuters)

PERGANTIAN pemain dalam sepak bola telah diatur agar pertandingan berjalan adil. Sepak bola sendiri dimainkan oleh 11 pemain dalam satu tim. Selain itu, sebuah tim sepak bola bisa memiliki pemain cadangan untuk menggantikan para pemain yang turun bertanding sejak pertandingan di mulai.

Saat ini, dalam situasi normal setiap tim hanya diperkenankan melakukan tiga pergantian pemain. Aturan pergantian pemain dalam sepak bola belum tercetus ketika olahraga ini ditemukan di Inggris pada pertengahan abad ke-19.

Foto/Reuters

(Lionel Messi saat diganti)

Namun, dalam sejarahnya sistem pergantian pemain dalam aturan sepak bola tidak terjadi begitu saja. Lantas bagaimana sejarah serta aturan pergantian pemain dalam sepak bola? berikut penjelasannya.

Baca juga: Ukuran Lapangan dan Gawang Sepak Bola

Terdapat sejarah panjang yang membuat aturan tersebut akhirnya dapat terbentuk. Bahkan pada 1950-an sistem pergantian pemain belum diberlakukan. Hingga akhirnya pada tahun 1965, Sepak bola Inggris memberlakukan peraturan pergantian pemain untuk yang pertama kalinya. Itupun hanya diperbolehkan satu kali jika ada pemain yang cedera.

Baca juga: Ternyata, Ini Negara yang Pertama Kali Memperkenalkan Permainan Sepak Bola

Yang mana pergantian pemain pertama kali dilakukan pada laga Bolton menghadapi Charlton pada 21 Agustus 1965. Saat itu, kiper Charlton, Mike Rose mengalami cedera dan terpaksa harus diganti.

Lima tahun berselang, aturan pergantian pemain mulai diadopsi oleh sejumlah liga sepak bola di dunia. Para pemain bisa digantikan dengan seseorang yang berada di bangku cadangan dengan catatan pemain tersebut mengalami cedera. Hal tersebut juga diterapkan pada ajang Piala Dunia Meksiko 1970.

Pada pertandingan sepak bola, pergantian pemain maksimal sebanyak tiga kali dalam sebuah pertandingan. Regulasi tersebut mulai diterapkan pada 1995, setelah aturan sebelumnya yang diperkenalkan pada 1970 hanya membatasi pergantian pemain sebanyak dua orang.

Seperti dilansir dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), terdapat sejumlah langkah dan ketentuan dalam melakukan pergantian pemain. Yang mana wasit harus mendapat pemberitahuan sebelum melakukan pergantian.

Kemudian pemain pengganti baru bisa memasuki lapangan setelah diizinkan wasit. Pemain yang digantikan bisa keluar dari sisi garis tepi lapangan terdekat atau atas arahan dari wasit. Jika seorang pemain menolak digantikan, maka permainan bisa dilanjutkan kembali.

Foto/Reuters

(Pergantian pemain dalam sepakbola pertama kali diperkenalkan di Inggris)

Sementara untuk pemain pengganti, mereka baru diperbolehkan masuk saat laga terhenti sementara atau dihentikan sejenak oleh wasit. Lalu pemain pengganti masuk melalui tepi lapangan tepat di garis tengah lapangan.

Wasit memiliki wewenang penuh untuk menilai pemain pengganti boleh bermain atau tidak. Aturan pergantian pemain dalam sepak bola berlaku untuk seluruh pemain dalam tim termasuk penjaga gawang.

Kebijakan pergantian pemain dalam sepak bola bisa direvisi atau disesuaikan sesuai dengan kondisi kompetisi atau sebuah ajang resmi. Saat ini, sepakbola kembali melakukan beberapa perubahan peraturan di tengah pandemi Covid-19 yang tengah terjadi.

Situasi dan kondisi yang terjadi memaksa sejumlah kompetisi merubah aturan. Salah satunya yang terjadi pada beberapa kompetisi seperti Liga Champions yang menambah jumlah pergantian pemain menjadi lima kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini