5 Klub yang Tak Disangka-sangka Juara Liga Champions, Nomor 2 Bikin Heboh

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 261 2468906 5-klub-yang-tak-disangka-sangka-juara-liga-champions-nomor-2-bikin-heboh-uqtpdjWacT.jpg Inter Milan juara Liga Champions 2009-2010. (Foto: UEFA.com)

SEJUMLAH klub tak disangka juara Liga Champions. Dibilang begitu karena dengan skuad seadanya, klub-klub yang dibahas ini mengangkat trofi si Kuping Besar di akhir kompetisi.

Gigih dan pantang menyerah jadi kunci sukses mereka keluar sebagai juara. Lantas, siapa saja klub yang tak disangka-sangka juara Liga Champions?

Berikut 5 klub yang tak disangka-sangka juara Liga Champions:

5. Borussia Dortmund (1996-1997)

Borussia Dortmund

Ottmar Hitzfeld bak fenomena. Ia memenangkan dua trofi Liga Champions bersama dua klub asal Jerman, yakni Borussia Dortmund dan Bayern Munich.

Trofi pertama didapatkan bersama Borussia Dortmund pada Liga Champions 1996-1997. Bermodalkan pemain seperti Karl-Heinz Riedle, Dortmund secara tak diduga tampil impresif di fase gugur. Setelah mengalahkan Auxerre 4-1 di perempatfinal, mereka membungkam calon kuat juara di musim tersebut, Manchester United, di semifinal dengan skor 2-0.

Di final, Dortmund bertemu Juventus yang berstatus juara bertahan. Juventus yang dibela pemain-pemain bintang seperti Alessandro Del Piero, Zinedine Zidane, justru tumbang 1-3 dari Dortmund.

4. FC Porto (2003-2004)

FC Porto

Liga Champions 2003-2004 bisa dibilang musim paling aneh. Sebab, partai final mempertemukan dua klub kuda hitam, yakni FC Porto dan AS Monaco.

Saat itu, Porto secara luar biasa menang 3-0 atas AS Monaco. Gol-gol FC Porto dilesakkan Carlos Alberto, Deco Souza dan Dimitri Alenichev. Kelar laga puncak, pemain-pemain Porto diboyong klub-klub top Eropa. Deco diboyong Barcelona, sedangkan Paulo Ferreira dan Ricardo Carvalho diangkut Chelsea.

3. Liverpool (2004-2005)

Liverpool

Liverpool tidak dipenuhi pemain berkualitas pada 2004-2005. Pemain bintang Liverpool saat itu bisa dibilang hanya Steven Gerrard dan pemain yang baru mencuat di Piala Eropa 2004, Milan Baros.

Namun, di luar dugaan Liverpool keluar sebagai juara. Berkat kejeniusan sang pelatih, Rafael Benitez, Liverpool mengalahkan AC Milan via adu penalti dengan skor 3-2 di partai puncak. Sebelumnya di waktu normal, skor sama kuat 3-3. Hebatnya sebelum skor imbang 3-3, Liverpool sempat tertinggal 0-3 dari Rossoneri –julukan Milan– di babak pertama.

2. Inter Milan (2009-2010)

Jose Mourinho

Keberadaan Jose Mourinho di kursi pelatih, tak otomatis membuat Inter Milan dijagokan menjadi juara Liga Champions. Sebab, saat itu ada Barcelona racikan Josep Guardiola yang merupakan kekuatan baru di sepakbola Eropa.

Namun, di luar dugaan Inter Milan menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2 di semifinal. Kemenangan atas Barcelona meningkatkan kepercayaan diri Inter Milan racikan Jose Mourinho saat menapaki partai puncak. Di final, Inter Milan menang 2-0 atas Bayern Munich, sekaligus mengunci gelar juara ketiga mereka di Liga Champions.

1. Chelsea (2011-2012)

Chelsea

Di Liga Champions 2011-2012, Barcelona juga dijagokan menjadi juara. Sebab, di musim tersebut Barcelona berstatus sebagai juara bertahan dan masih ditangani pelatih sekaliber Josep Guardiola.

Namun, secara luar biasa Chelsea menang 3-2 atas Barcelona di semifinal. Kemudian di partai puncak, Chelsea mengalahkan Bayern Munich via adu penalti dengan skor 4-3, setelah sebelumnya bermain 1-1 di waktu normal.

Hebatnya, Chelsea saat itu menjadi juara setelah berganti pelatih di tengah musim, dari Andre Villas-Boas ke Roberto Di Matteo. Kondisinya tak berbeda jauh seperti musim lalu, ketika Frank Lampard dipecat dan digantikan Thomas Tuchel yang membawa The Blues kampiun Liga Champions 2020-2021.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini