5 Pelatih Klub Liga Inggris yang Berpotensi Dipecat Musim Ini, Nomor 1 Mengejutkan

Firda Rahmawan , Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 45 2448037 5-pelatih-klub-liga-inggris-yang-berpotensi-dipecat-musim-ini-nomor-1-mengejutkan-BAUQWfKThF.jpg Nuno Espirito Santo saat diperkenalkan sebagai pelatih Tottenham Hotspur. (Foto: Instagram/@officialnunosanto)

SEJUMLAH pelatih klub Liga Inggris berpotensi dipecat musim ini. Berbagai alasan membuat nama-nama di bawah ini berpeluang kehilangan jabatannya pada Liga Inggris 2021-2022.

Salah satu alasannya karena ini merupakan musim pertamanya menangani klub asuhannya. Namun, Pelatih yang sudah mengabdi lebih dari dua musim juga berpotensi kehilangan jabatan. Lantas, siapa saja pelatih yang dimaksud?

Berikut 5 pelatih klub Liga Inggris yang berpotensi dipecat musim ini:

5 Nuno Espirito Santo (Tottenham Hotspur)

Nuno Espirito Santo

Tottenham Hotspur membutuhkan dua bulan untuk menunjuk pelatih baru mereka. Mereka akhirnya menunjuk Nuno Espirito Santo yang sukses bersama Wolverhampton Wanderes. Tottenham memecat pelatih sebelumnya, Jose Mourinho sebelum final Piala Liga Inggris musim lalu.

Kini Nuno memiliki proyek jangka panjang bersama The Lilywhites dengan harapan bisa mengembalikan Tottenham kembali ke performa terbaiknya. Daniel Levy, pemilik dari klub tersebut sudah menaruh harapan besar kepada pelatih baru, yang tentunya ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pria asal Portugal tersebut.

BACA JUGA: 5 Klub Calon Kuat Juara Liga Inggris 2021-2022, Nomor 1 Jagoan Lama

Sejauh ini, Tottenham belum mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuad mereka. Justru rumor yang beredar mengatakan bahwa Harry Kane menginginkan hengkang untuk meraih trofi Liga Inggris bersama tim lain.

4. Steve Bruce (Newcastle United)

Steve Bruce

Newcastle United mengalami musim yang sulit setelah hampir terdegradasi pada Liga Inggris 2020-2021. Akan tetapi, mereka mampu bangkit hingga menempati peringkat 12 kelasemen di akhir musim.

Steve Bruce sejatinya didatangkan Newcastle pada 2019 dari Sheffield Wednesday. Namun, kedatangan Bruce menuai protes dari suporter. Pasalnya, pengalaman pelatih berusa 60 tahun itu tidak sebagus juru taktik Newcastle sebelumnya.

Di bawah kepelatihannya kini, tim yang bermarkas di St James Park tersebut telah melakukan pembelian pemain yang harganya fantastis. Pemain tersebut adalah Joelinton yang dibeli dengan harga 40 juta poundsterling atau sekitar Rp800 miliar.

Setelah berhasil menghindari degradasi musim kemarin, kini para penggemar tentunya ingin melihat The Magpies memulai musim dengan baik. Apalagi sang pelatih sudah diberi amunisi dengan kedatangan pemain mahal.

3. Rafael Benitez (Everton)

Rafael Benitez

Rafael Benitez ditunjuk sebagai Pelatih anyar Everton. Penunjukan sempat menjadi sorotan karena Benitez pernah menangani Liverpool yang notabene rival sekoa The Toffees -julukan Everton.

Benitez tentunya memiliki tekanan untuk mengantarkan Everton meraih hasil bagus. Jika Everton menuai hasil buruk, bukan tak mungkin ia menuai banyak kritik dari fans yang bisa berujung pemecatan.

2. Mikel Arteta (Arsenal)

Mikel Arteta

Mikel Arteta mungkin orang yang berada di bawah tekanan besar di antara pelatih-pelatih Liga Inggris lainnya. Bagaimana tidak, musim lalu Arsenal pasalnya babak belur. Jangankan bersaing di posisi empat besar dalam gelaran Liga Inggris, Arsenal hanya bisa finis kedelapan.

Kendati demikian, Arteta memiliki peran yang penting setelah ditunjuk menggantikan Unai Emery pada Desember 2019. Ia membuat The Gunners meraih Piala FA di musim 2019-2020. Mereka mengalahkan Manchester City di semifinal dan Chelsea di partai puncak.

Hal inilah yang membuat Dewan Arsenal masih memberikan kepercayaan kepada Arteta. Akan tetapi, mereka tentunya juga menginginkan hasil yang memuaskan. Seandainya performa Arsenal tidak mengalami peningkatan, bukan yak mungkin Arteta bakal pergi lebih cepat dari Emirates Stadium.

1. Ole Gunnar Solskjaer (Manchester United)

Ole Gunnar Solskjaer

Memasuki musim ketiganya sebagai pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer berada di bawah pengawasan ketat pihak dewan klub. Pasalnya, selama menangani The Red Devils, Solskjaer belum mempersembahkan satu pun trofi.

Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih sementara Man United pada 2018 saat Jose Mourinho dipecat pada pertengahan musim. Pria Norwegia itu lantas diangkat sebagai pelatih permanen usai membawa ManchesterUnited lolos ke babak perempatfinal Liga Champions 2018-2019.

Pelatih berusia 48 tahun itu menjalani musim penuh pertamanya dengan perjuangan. Sejauh ini, prestasi terbaik Solskjaer adalah hampir juara. Musim lalu ia membawa Manchester United menjadi runner-up Liga Inggris dan Liga Eropa.

Hal ini tentu membuat Dewan Man United bingung mengambil sikap. Hasil kerja Solskjaer tentu tak bisa dibilang buruk. Akan tetapi, Solskjaer juga gagal mempersembahkan trofi. Maka dari itu, musim 2021-2022 akan menjadi penentuan bagi kelanjutan kariernya di Old Trafford.

Benar, Solskjaer terikat kontrak hingga 30 Juni 2024. Namun, jika trofi tak kunjung didapat, palu pemecatan berpeluang diterima mantan juru taktik Molde tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini