CEO Inter Milan Tak Setuju Suporter Harus Jaga Jarak saat Nonton Langsung di Stadion

Cikal Bintang, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 47 2446077 ceo-inter-milan-tak-setuju-suporter-harus-jaga-jarak-saat-nonton-langsung-di-stadion-C1VdBKaTov.jpg Stadion San Siro, markas Inter Milan dan AC Milan. (Foto/Inter)

MILAN – CEO Inter Milan, Beppe Marrota tak setuju dengan aturan yang mengharuskan para suporter menjaga jarak saat menonton langsung pertandingan Liga Italia 2021-2022 di stadion. Menurut dia, kebijakan itu akan membuat klub akan kesulitan mencapai kapasitas 50 persen karena ada aturan jaga jarak yang dibuat.

Pemerintah Italia sudah berani membuka izin untuk stadion yang dibuka dengan kapasitas sebesar 50 persen. Para penggemar yang datang juga harus membawa Green Pass sebagai bukti bebas dari virus Covid 19.

Foto/Inter Milan

Green Pass yang dimaksud adalah menunjukan surat bebas Covid 19 atau berupa sebagai surat digital yang membuktikan bahwa sesorang sudah divaksinasi. Ini adalah hal yang diwajibkan oleh pemerintah Italia sebagai syarat bagi siapa saja yang ingin melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk menonton pertandingan sepakbola atau berolahraga. Peraturan itu mulai berlaku pada 6 Agustus 2021.

Baca juga: Jalan Terjal Chelsea untuk Rekrut Lukaku, Kini Inter Patok Harga Tinggi

Hal ini kemudian mendapat sambutan yang baik dari Marrota. Tetapi, ia juga sedikit menyarankan tentang aturan jaga jarak yang sebaiknya ditiadakan.

Baca juga: Hasil Pramusim 2021-2022: AS Roma dan Inter Milan Raih Kemenangan Telak

“Akan berguna untuk membatalkan aturan seperti itu. Jika kita menggunakan parameter yang ditentukan oleh pemerintah, sebagian besar kapasitas stadion akan berkurang menjadi 25-30%,” ucap Marrota kepada ANSA, dilansir oleh Football Italia, Senin (26/7/2021).

“Saya tahu bahwa (Presiden Liga Serie A Paolo) Dal Pino bekerja untuk membantu klub. Akan lebih baik untuk membatalkan aturan satu meter untuk jarak sosial," imbuhnya.

Foto/Reuters

Walaupun begitu, Marrota tetap memberi apresiasi keputusan yang dibuat oleh pemerintah meski dengan aturan jaga jarak yang ketat. Pada intinya Inter akan berusaha membuat stadion aman dari virus Covid 19. Seperti diketahui, Inter sudah mengalami kerugian dan kehilangan 120 juta euro atau setara Rp2 triliun selama dua musim terakhir.

”Sambil menghargai keputusan pembukaan kembali stadion, kami mencoba bekerja sama untuk membuat tempat lebih aman dan layak huni, tanpa kehilangan pendapatan,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini