5 Pemenang Trofi Ballon dOr Tertua dalam Sejarah, Nomor 1 Tembus Kepala 4!

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 51 2441859 5-pemenang-trofi-ballon-dor-tertua-dalam-sejarah-nomor-1-tembus-kepala-4-zbwOY648mU.jpg Luka Modric saat menerima trofi Ballon dOr pada 2018. (Foto: Reuters)

BALLON dOr jadi salah satu trofi bergengsi yang diincar para pesepakbola dunia. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo menjadi peraih langganan dari penghargaan individu bergengsi tersebut.

Lionel Messi total sudah meraih enam trofi, sementara Ronaldo punya lima gelar Ballon dOr. Tetapi, selain Messi dan Ronaldo ada sejumlah pesepakbola yang juga pernah merasakan gembiranya mengangkat trofi Ballon dOr.

BACA JUGA: 5 Alasan Juventus Salah Besar Datangkan Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Bikin Malu

Beberapa di antaranya meraih penghargaan tersebut kala usianya sudah tak muda lagi. Siapa saja mereka? Berikut lima pemenang trofi Ballon dOr tertua dalam sejarah.

BACA JUGA: Ada Cristiano Ronaldo dan 2 Pemain Baru, Ini Penampakan Formasi Juventus Musim Depan

5. Fabio Cannavaro (2006)

Di uruan kelima, ada nama Fabio Cannavaro. Dia memenangkan trofi Ballon dOr pada 2006 usai tampil manis di sepanjang musim 2005-2006. Musim itu, dia pertama kalinya memenangkan gelar Liga Italia bersama Juventus.

Fabio Cannavaro

Selanjutnya, aksi apik Fabio Cannavaro berlanjut bersama Timnas Italia. Dia mengantar Gli Azzurri -julukan Timnas Italia0 memenangkan gelar keempat mereka di Piala Dunia 2006. Tak ayal, dirinya mendapat trofi Ballon dOr 2006. Kala itu usianya menginjak 33 tahun 74 hari. Cannavaro juga menjadi satu dari tiga bek yang bisa memenangkan penghargaan Ballon dOr.

4. Luka Modric (2018)

Berikutnya, ada nama Luka Modric. Dia berhasil mengakhiri duopoli Ballon dOr selama satu dekade antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Modric mendapatkan penghargaan bergengsi ini pada 2018.

Luka Modric

Kala itu, Luka Modric yang bersinar bersama Real Madrid dan Timnas Kroasia memang mengundang decak kagum publik. Bersama Timnas Kroasia, dia berhasil menjajaki babak final Piala Dunia, meski akhirnya harus puas hanya menjadi runner-up.

Di level klub, sang gelandang membantu Real Madrid memenangkan gelar juara ke-13 Liga Champions. Dia pun dianugerahi trofi Ballon dOr pada 2018, kala usianya menginjak 33 tahun 84 hari.

3. Alfredo Di Stefano (1959)

Di urutan ketiga, ada nama Alfredo Di Stefano. Dia adalah salah satu dari segelintir pemain yang telah memenangkan banyak penghargaan Ballon dOr. Kemenangan keduanya pada 1959 menjadikannya salah satu pemenang tertua Ballon dOr. Sebab, usianya kala menerima penghargaan itu adalah 33 tahun 161 hari.

Alfredo Di Stefano

Salah satu striker terbaik yang menghiasi permainan, Di Stefano adalah pencetak gol mematikan bagi Real Madrid. Dia membantu klub raksasa asal Spanyol itu meraih banyak trofi selama bermain di sana. Enam gol Di Stefano pada musim 1958-1959 membantu Madrid memenangkan Piala Eropa keempat mereka secara beruntun.

2. Lev Yashin (1963)

Nama Lev Yashin juga berada dalam daftar ini.  Lev Yashin adalah satu-satunya kiper yang memenangkan penghargaan Ballon dOr. Dia memang dianggap salah satu penjaga terbaik di dunia sepakbola. Yashin menghabiskan seluruh karier klubnya dengan Dynamo Moskow.

Lev Yashin

Dia mencatatkan lebih dari 250 clean sheet selama kariernya. Yashin membantu Dynamo hanya kebobolan tujuh gol dalam perjalanan meriah gelar juara kelima di liganya. Tak ayal, dia mendapat trofi Ballon dOr 1963 usianya 34 tahun 55 hari.

1. Stanley Mathews (1956)

Di posisi teratas, ada Stanley Mathews. Sir Stanley Mathews adalah pemenang pertama penghargaan Ballon dOr pada 1956. Dengan mengantongi penghargaan tersebut pada usia 41 tahun 317 hari, dia tetap menjadi pemenang Ballon dOr tertua dalam sejarah.

Mathews memecahkan banyak rekor sepanjang kariernya. Berkat aksinya yang gemilang, Matthews bahkan dianugerahi gelar kebangsawanan. Kemenangannya di Piala FA 1953 bersama Blackpool, adalah satu-satunya kehormatan besarnya.

Pertandingan tersebut kemudian dikenal sebagai Mathews Final. Mathews mengalahkan Alfredo Di Stefano untuk penghargaan Ballon dOr pada 1956.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini