Gagal Penalti di Final Piala Eropa 2020, Rashford Curhat di Media Sosial

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Selasa 13 Juli 2021 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 51 2440212 gagal-penalti-di-final-piala-eropa-2020-rashford-curhat-di-media-sosial-2mRscYlQRA.JPG Marcus Rashford gagal lakukan eksekusi penalti di Final Pialal Eropa 2020 (Foto: Reuters)

LONDON - Marcus Rashford jadi pemain yang paling terbebani atas kekalahan Tim Nasional (Timnas) Inggris di Piala Eropa 2020. Winger 23 tahun itu gagal mencetak gol ke gawang Italia di babak adu penalti.

Rashford dipercaya sebagai penendang ketiga oleh pelatih Gareth Southgate. Namun, bola sepakannya hanya membentur tiang gawang dan membuat skor kembali berimbang.

 

Padahal, Inggris sebelumnya sempat unggul setelah Andrea Belotti gagal melaksanakan tugasnya. Sayangnya, dua penendang Inggris lainnya, Jadon Sancho dan Bukayo Saka, juga ikutan gagal.

Sementara dua dari tiga penendang Italia setelah Belotti berhasil mencetak gol. Inggris pun kalah 2-3 di babak adu penalti. Kekalahan ini membuat para penggawa Timnas Inggris mendapat tekanan dari para fans mereka.

Baca juga: Ujaran Kebencian di Muralnya Ditutupi Kalimat Dukungan, Marcus Rashford Terharu

Terutama tiga penendang penalti terakhir yang gagal melakukan tugas, termasuk Rashford. Beberapa waktu selepas pertandingan, Rashford pun mengungkapkan penyesalannya lewat media sosial Instagram.

"Hanya sebuah penalti yang diminta dari saya untuk bisa berkontribusi kepada tim. Saya bisa mencetak penalti sembari tertidur, lantas mengapa tidak dengan yang satu ini?" tulis Rashford pada postingan foto di Instagram pribadinya.

"Kejadian ini berputar di kepala saya terus menerus sejak saya menendang bola dan mungkin takkan ada kata-kata yang bisa menjelaskan bagaimana perasaan saya. Final. 55 tahun. Satu penalti. Sejarah. Yang bisa saya ucapkan hanyalah maaf. Saya berharap kejadiannya berbeda," ujarnya lagi.

"Sembari saya terus mengucapkan maaf, saya ingin memberikan ucapan kepada rekan-rekan setim saya," lanjut pria berumur 23 tahun tersebut dalam suratnya.

"Musim panas ini menjadi salah satu kamp terbaik yang pernah saya alami dan semua berperan di dalamnya. Persaudaraan yang telah dibuat takkan bisa diruntuhkan. Kesuksesan anda adalah kesuksesan saya juga. Kegagalan anda adalah milik saya," tandasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini