“Saya merasa telah mengecewakan rekan satu tim dan juga semuanya. Saya hanya diminta untuk mengeksekusi penalti. Saya bisa melakukannya di dalam mimpi, mengapa sekarang tidak bisa?” ucap Rashford.
Buntut dari kekalahan di final itu, Rashford menjadi korban ujaran kebencian. Tidak hanya itu, mural bergambar Rashford di Manchester pun dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.
Di Piala Eropa 2020, Rashford memang lima kali turun. Namun, semuanya dari bangku cadangan. Bahkan di final Piala Eropa 2020, Rashford hanya turun satu menit, alias Cuma dipersiapkan untuk adu tendangan penalti.
(Ramdani Bur)