BRUSSEL – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Belgia, Roberto Martinez, turut angkat bicara soal kondisi pemainnya, Kevin De Bruyne, yang didera cedera usai membela Manchester City di final Liga Champions. Martinez pun melontarkan kecaman kepada penggawa Chelsea, Antonio Rudiger, kaarena telah menjadi penyebab cederanya De Bruyne.
Sebagaimana diketahui, nasib sial menimpa De Bruyne saat membela Man City melawan Chelsea dalam final Liga Champions 2020-2021. Tak hanya gagal membawa Man City juara, dia juga harus didera cedera usai bertabrakan dengan Rudiger.

Pada menit ke-56, insiden itu terjadi saat Rudiger mencoba menghentikan pergerakan De Bruyne. Tabrakan yang terjadi begitu keras hingga menyebabkan kedua pemain terkapar di lapangan sembari memegangi kepala masing-masing.
BACA JUGA: Roberto Martinez Yakin Eden Hazard Bakal Siap Tempur Bareng Timnas Belgia di Piala Eropa 2020
De Bruyne pun akhirnya ditarik keluar lapangan karena terlihat tak mampu melanjutkan pertandingan. Posisinya kala itu digantikan oleh Gabriel Jesus. Sementara Rudiger, dia bisa terus melanjutkan permainan hingga akhir. Laga pun berakhir dengan kemenangan Chelsea dengan skor 1-0.
BACA JUGA: Ini Alasan Thierry Henry Terima Tawaran sebagai Asisten Pelatih Timnas Belgia Lagi
Usai laga, De Bruyne mengabarkan bahwa dirinya mengalami cedera akibat insiden tersebut. Gelandang asal Belgia itu mengalami patah tulang hidung dan juga rongga mata.
Martinez yang mengetahui terjadinya insiden itu pun tak tinggal diam. Dia menjadi begitu geram dengan tindakan Rudiger karena mencelakakan pemain bintangnya tersebut.
Kondisi ini makin membuatnya geram karena sebentar lagi akan ada Piala Eropa 2020. Kehadiran gelandang berusia 29 tahun itu tentu saja sangat diharapkan untuk membantu Belgia menorehkan prestasi manis.
“Bagi saya, Rudiger sangat-sangat beruntung. Saat Anda melihat tayangan ulangnya, tidak ada benturan di kepalanya,” ujar Martinez, sebagaimana dikutip dari Manchester Evening News, Senin (31/5/2021).

“Dia benar-benar menyeggol Kevin dengan bahunya. Mari kita melihat keadaannya (Kevin De Bruyne). Tapi, itu meninggalkan rasa asam karena Rudiger justru memegangi kepalanya, dia seperti ingin menunjukkan tengah menyembunyikan sesuatu,” lanjutnya.
“Bagi saya, itu adalah tindakan yang berlebihan dan sembrono. Seharusnya, itu menjadi kartu merah. Kevin bukanlah pemain yang turun tanpa alasan. Anda bisa melihat rasa sakitnya dan matanya yang bengkak,” tutur Martinez.
(Ramdani Bur)