Christian Pulisic Jadi 'Gila' usai Chelsea Raih Trofi Liga Champions

Quadiliba Al-Farabi, Jurnalis · Minggu 30 Mei 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 30 261 2417523 christian-pulisic-jadi-gila-usai-chelsea-raih-trofi-liga-champions-G9ehri7oCQ.jpg Christian Pulisic. (Foto/Reuters)

PORTO – Gelandang Chelsea, Christian Pulisic menjadi “gila” setelah timnya meraihi trofi Liga Champions 2020-2021 usai menang 1-0 melawan Manchester City, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB di Stadion Drago, Portugal. Pria berusia 22 tahun ini menjadi pemain pertama asal Amerika Serikat yang menjadi bermain di final Liga Champions dan menjadi juara.

Pulisic baru dimainkan pada menit ke-66 oleh pelatih Thomas Tuchel. Ia menggantikan Timo Werner. 

Foto/Okezone

Dia bermain setelah Chelsea unggul pada babak pertama melalui sepakan Kai Havertz. Skor itu pun bertahan hingga laga usai.

Baca juga: Kai Havertz Ngomong Kasar Usai Chelsea Juara Liga Champions, Kok Gitu?

Pulisic bangga dengan pencapaian The Blue—julukan Chelsea. Terlebih, catatan sejarah yang ia ukir bukanlah sesuatu yang dapat terbayangkan oleh dia.

Baca juga: 4 Fakta Gemilang NGolo Kante Usai Antar Chelsea Raih Trofi Liga Champions

“Ini adalah jalan yang sulit bagi saya, dan saya tidak dapat membayangkan memenangkan Liga Champions dalam hidup saya, dan sekarang saya di sini,” kata Pulisic mengutip Metro, Minggu (30/5/2021).

"Ini gila. Saya tidak bisa menjelaskannya, itu luar biasa. Saya tidak bisa berkata-kata. Saya sangat bangga. Saya telah memeluk keluarga dan teman-teman saya, saya sangat bangga,” kata pemain berjuluk “Captain Amerika” tersebut.

Pulisic sebenarnya sudah mencatatkan sejarah sejak babak semifinal melawan Real Madrid. Ia menjadi pemain AS pertama yang mencetak gol di laga krusial tersebut.

Hal ini pun ditanggapi oleh mantan pelatih Pulisic di masa kecilnya, Mark Zathey. Pelatih yang menggemblengnya selama tiga tahun di Michigan Rush, Northville, Amerika Serikat ini mengaku bahagia dengan pencapaiannya.

Foto/Reuters

“Bahagia untuknya dan keluarganya. Dia memiliki rasa percaya diri, tetapi bukan arogansi, " kata Zathey dikutip dari laman Freep.

"Dia menghabiskan seluruh hidupnya dalam sepakbola dan kadang suka menyerah, jadi itu benar-benar pengorbanan. Saya sangat senang dia bisa menuai hasilnya,” lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini