PM Inggris dan Presiden Prancis Kecam Liga Super Eropa

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 19 April 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 51 2397037 pm-inggris-dan-presiden-prancis-kecam-liga-super-eropa-loMNA45YuW.jpg Liga Super Eropa. (Foto/Twitter Barca Universal)

LONDON - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson dan Presiden Prancis, mengatakan Emmanuel Macron rencana bergulirnya Liga Super Eropa. Keduanya menilai turnamen tersebut dapat merusak tatanan sepakbola.

Sebanyak 12 klub sudah menyatakan bergabung dan pendiri Liga Super Eropa. Mereka adalah enam klub Inggris, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Selanjutnya dari Spanyol, Atletico Madrid, Barcelona, Real Madrid, Dari Italia di wakili AC Milan, Inter Milan, dan Juventus.

Foto/Reuters

Direktur Liga Super Eropa dijabat oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Dia didampingi pemilik Man United, Joel Glazers, pemilik Juventus, Andrea Agnelli sebagai wakil direktur.

Baca juga: Mikel Arteta Tanggapi Gabungnya Arsenal ke Liga Super Eropa

PM Inggris, Boris Johnson mengatakan bahwa pemerintahannya mendukung otoritas olahraga untuk mengambil tindakan.

Baca juga: Man United Ikut Gabung Liga Super Eropa, Begini Respons Solskjaer

“(rencana itu akan) sangat merusak sepak bola, dan pemerintah Inggris mendukung otoritas olahraga dalam mengambil tindakan," kata dia mengutip BBC, Senin (19/4/2021).

Sementara hal serupa juga dilakukan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dia menyambut klub-klub asal Prancis yang tidak bergabung dengan Liga Super Eropa.

"Menyambut baik posisi klub-klub Prancis yang menolak berpartisipasi dalam Liga Super Eropa, yang mengancam prinsip solidaritas dan prestasi olahraga," ujar dia.

UEFA merilis pernyataan bersama dengan Asosiasi Sepak Bola Inggris, Liga Premier, Federasi Sepak Bola Spanyol, La Liga dan Federasi Sepak Bola Italia, serta Serie A, mengatakan mereka akan "tetap bersatu" dalam mencoba menghentikan perpecahan, menggunakan tindakan peradilan dan olahraga jika diperlukan.

Asosiasi Klub Eropa, yang mewakili klub-klub Eropa, juga mengecam Liga Super Eropa. "Sangat menentang dengan model liga super tertutup,” kata mereka.

Foto/Twitter

Sementara Asosiasi Suporter Sepakbola mengatakan rencana itu dimotivasi oleh keserakahan.

Pihak Bundesliga (Liga Jerman) menentang rencana tersebut karena model Jerman mengatur bahwa investor komersial tidak dapat memiliki lebih dari 49% saham di klub, sehingga penggemar memegang mayoritas hak suara mereka sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini