UEFA Berencana Ganti FFP dengan Aturan Salary Cap, Gara-Gara Kasus Lionel Messi?

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 51 2455047 uefa-berencana-ganti-ffp-dengan-aturan-salary-cap-gara-gara-kasus-lionel-messi-tE01iOnDcx.jpg Lionel Messi berpisah dengan Barcelona. (Foto: Reuters)

FEDERASI Sepakbola Eropa (UEFA) berencana mengganti aturan Financial Fair Play (FFP) dengan salary cap atau batasan gaji. Kabar soal rencana ini muncul usai kasus hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona karena permasalahan gaji La Pulga -julukan Messi.

Sebagaimana diwartakan The Times, Jumat (13/8/2021), UEFA akan segera menyusun proposal untuk mengganti sistem FFP. Nantinya, aturan baru akan menerapkan batas gaji di setiap klub.

Lionel Messi berpisah dengan Barcelona

Aturan FFP sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2010. Aturan ini ditetapkan agar tim terhindar dari pengeluaran yang sembrono. Tetapi, peraturan tersebut kerap mendapat kritikan karena dinilai kurang efektif.

BACA JUGA: Sudah Pindah ke PSG, Lionel Messi Tetap Kecipratan Bonus Rp658 Miliar dari Barcelona

UEFA pun berencana merombak total sistem FFP dengan memperkenalkan aturan batas gaji yang mirip dengan Major League Baseball dan NBA. Soal detail penerapan batas gaji itu sendiri, kabarnya masih digodok sampai saat ini.

Tetapi, dalam aturan baru tersebut, setiap klub harus membatasi pengeluaran untuk gaji sebanyak 70 persen dari pendapatan. Jika melanggar, klub harus membayar pajak barang mewah yang dendanya akan didistribusikan ke klub lain di liga yang sama.

BACA JUGA: Senang Bukan Main Lionel Messi Pindah ke PSG, Angel Di Maria: Impian Saya Jadi Kenyataan!

Dengan begitu, pengeluaran klub di Eropa untuk gaji pemain akan lebih rendah dari pendapatan mereka. Cara ini dipercaya bisa membuat keuangan di klub lebih terjamin.

Kabarnya, UEFA akan mengajukan proposal pergantian aturan ini pada pertemuan bulan depan di Swiss. Pertemuan itu akan dihadiri para stakeholder sepakbola.

Aturan salary cap sendiri dipandang lebih tepat digunakan ketimbang FFP. Sebab, dalam aturan FFP, klub diwajibkan mengalami balik modal atau setidaknya hanya mengalami kerugian sebesar 30 juta euro dalam periode tiga tahun. Aturan itu dinilai sulit dilakukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

UEFA bahkan tampak agak melonggarkan aturannya sehingga sejumlah klub bisa merekrut pemain dengan gaji mahal di musim panas ini. Seperti PSG yang mendatangkan Lionel Messi hingga Sergio Ramos. Kemudian, ada Manchester City yang membeli Jack Grealish dengan 100 juta poundsterling dan masih mengincar Harry Kane saat ini.

Sebelum UEFA, La Liga sudah menerapkan aturan batasan gaji untuk klub di Liga Spanyol. Aturan ini diketahui membuat Barcelona kerepotan hingga berujung pada perpisahannya dengan Lionel Messi.

Lionel Messi

Skema batasan gaji di Liga Spanyol sendiri mengatur tim-tim di sana untuk mengeluarkan uang sebesar 2,33 miliar euro atau sekira Rp39,5 triliun per tahunnya. Sementara untuk Barcelona, mereka kebagian jatah 382,7 juta euro atau sekira Rp6,49 triliun.

Karena beban gaji Barcelona sudah melebihi nominal di atas, mereka tak bisa lagi mendaftarkan pemain-pemain baru. Perpisahan dengan Lionel Messi pun akhirnya tak terelakkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini