NICOLAS Anelka memutuskan menjadi mualaf di usia 16 tahun atau pada 1995. Pria berkepala plontos ini memilih menjadi mualaf karena hidup berdampingan dengan imigran asal Aljazair yang ada di Kota Paris, Prancis.
Karena kebiasaan bergaul dengan imigran beragama Islam itulah, Anelka memilih menjadi mualaf.

“Saya berusia 16 tahun ketika saya masuk Islam. Di luar aspek persaudaraan, konversi saya tidak mengubah hidup saya. Saya sudah hidup dengan prinsip yang sama - menjadi orang benar, memiliki nilai,” kata Anelka, mengutip dari Sportzion, Rabu (16/4/2021).
“Saya dulu berpuasa selama Ramadhan karena saya mengagumi orang-orang yang berpuasa di sekitar saya. Apa yang membuat saya menjadi mualaf adalah bahwa saya memiliki keyakinan bahwa Islam adalah untuk saya,” lanjut Anelka.
“Saya merasakan hubungan ini dengan Tuhan, dan itu mencerahkan hidup saya. Saya memiliki keyakinan di hati saya bahwa itu adalah agama saya. Saya senang menjadi seorang Muslim, agama damai dan saya belajar banyak dari Islam,” lanjut Anelka.
BACA JUGA: Masuk Agama Islam, Karier 5 Pesepakbola Mualaf Ini Meroket
Nicolas Anelka memutuskan menjadi mualaf tepat satu tahun menjadi pesepakbola profesional. Sekadar informasi, pada 1996 Nicolas Anelka akhirnya mendapat kontrak profesional dari PSG.