Masuk Agama Islam, Karier 5 Pesepakbola Mualaf Ini Meroket

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 13 April 2021 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 51 2394116 masuk-agama-islam-karier-5-pesepakbola-mualaf-ini-meroket-F43d2Ryodg.jpg Pogba (kiri) bersama Kurt Zouma saat menjalankan ibadah umrah. (Foto: Twitter/@paulpogba)

SEJUMLAH pesepakbola memilih masuk agama Islam, meski sebelumnya menganut kepercayaan yang lain. Status itu membuat sejumlah pesepakbola itu menyandang status mualaf.

Bahkan ada sejumlah pesepakbola yang kariernya meroket setelah menjadi mualaf. Lantas, siapa saja pesepakbola yang dimaksud?

Berikut 5 pesepakbola mualaf yang kariernya meroket:

5. Franck Ribery (Prancis)

Franck Ribery

Franck Ribery menjadi mualaf pada 2002. Ia memilih agama Islam setelah menikahi perempuan asal Aljazair, Wahiba Belhami. Setelah memutuskan menjadi mualaf, karier Franck Ribery pun meroket.

Ia membantu Timnas Prancis melaju ke final Piala Dunia 2006. Berperan sebagai winger kiri, ia menjadi andalan pelatih Timnas Prancis saat itu, Raymond Domenech. Setahun setelah membela Prancis, Franck Ribery diboyong Bayern Munich pada musim panas 2007.

Tercatat selama 12 tahun (2007-2019) membela Bayern Munich, Ribery mengoleksi 124 gol dan 182 assist dari 425 pertandingan di semua kompetisi. Berkat gol dan assist dari Ribery, Bayern Munich memenangkan 23 gelar, dan satu di antaranya merupakan trofi Liga Champions.

4. Nicolas Anelka

Nicolas Anelka

Siapa tidak kenal Nicolas Anelka? Ketika baru berusia 20 tahun atau pada 1999, ia dinobatkan sebagai pemain termahal di dunia. Saat itu, Real Madrid memecahkan rekor transfer dunia setelah membeli Nicolas Anelka dari Arsenal seharga 35 juta euro (Rp608,4 miliar).

Ia memilih menjadi mualaf pada 1995 atau di usia 16 tahun. Ketika itu Anelka memilih menjadi mualaf satu tahun sebelum turun di persepakbolaan profesional bersama Paris Saint-Germain (PSG).

BACA JUGA: 4 Pesepakbola Mualaf yang Jalani Puasa Ramadan Tahun Ini di Tengah Kompetisi atau Turnamen

Anelka cukup sukses selama menjadi pesepakbola profesional. Meski kerap bergonta-ganti klub, Anelka pernah memenangkan trofi Liga Champions 1999-2000 bersama Real Madrid, Liga Inggris 2009-2010 bareng Chelsea dan Liga Italia 2012-2013 ketika berseragam Juventus.

3. Eric Abidal

Eric Abidal

Eric Abidal merupakan legenda hidup Barcelona. Selama enam tahun (2007-2013) mengabdi di Barcelona, Eric Abidal memenangkan 15 trofi. Hal itu termasuk raihan enam gelar dalam setahun yang disabet Barcelona pada 2009.

Abidal pun tak hanya numpang lewat saat itu, melainkan menjadi fullback kiri maupun bek tengah andalan Barcelona. Bahkan ia dipercaya menjadi orang pertama yang mengangkat piala saat Barcelona menjuarai Liga Champions 2010-2011.

Sekadar informasi, 2007 atau tahun pertama gabung Barcelona, merupakan momen di mana Abidal menjadi mualaf. Eric Abidal menjadi mualaf tak lama setelah menikahi perempuan asal Aljazair, Heyet Kebir, pada 2007. Sebelum menjadi mualaf, Eric Abidal hanya bermain di klub Liga Prancis, Olympique Lyon.

2. Paul Pogba

Paul Pogba

Paul Pogba memilih masuk agama Islam pada 2012. Semenjak menjadi mualaf, Paul Pogba mengaku mendapatkan ketenangan. “Anda perlu salat lima waktu sehari. Itu (salat) adalah salah satu kewajiban paling utama dalam Islam dan Anda wajib melaksanakannya. Salat adalah tiang agama,” kata Pogba.

Semenjak memeluk agama Islam, karier Pogba pun meroket. Pogba menjadi pemain andalan Juventus saat meraih empat trofi Liga Italia secara beruntun (2012-2016).

Performa impresif di atas, membuat Manchester United tertarik membawa pulang Paul Pogba yang notabene pemain jebolan akademi mereka. Karena itu, pada musim panas 2016 Pogba digaet Man United dengan memecahkan rekor transfer dunia, yakni 105 juta euro (Rp1,82 triliun).

1. Cristian Gonzales

Cristian Gonzales

Cristian Gonzales menjadi mualaf pada 9 Oktober 2003. Ia menjadi mualaf setelah menikahi perempuan asal Indonesia, Eva Nurida Siregar. Semenjak menjadi mualaf, Cristian Gonzales memiliki nama Islam yakni Mustafa Habibi.

Semenjak memeluk agama Islam, karier penyerang kelahiran Uruguay ini meningkat pesat. Tercatat setelahnya, Cristian Gonzales tiga kali menjadi top skor Liga Indonesia, tepatnya pada 2005, 2006 dan 2007-2008.

Tidak hanya bersinar di level individu, Cristian Gonzales juga bersinar di level tim. Ia membawa Persik Kediri juara Liga Indonesia 2006. Di partai puncak, gol tunggal kemenangan 1-0 Persik Kediri atas PSIS Semarang dibuat Cristian Gonzales via sundulan.

Kemudian pada November 2010, Cristian Gonzales resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia pun membantu Timnas Indonesia lolos ke final Piala AFF 2010, meski akhirnya kalah agregat 2-4 dari Malaysia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini