Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Chelsea Memang Fokus Bertahan saat Hadapi FC Porto

Andika Pratama , Jurnalis-Rabu, 14 April 2021 |17:01 WIB
Chelsea Memang Fokus Bertahan saat Hadapi FC Porto
Chelsea (Foto: Reuters)
A
A
A

SEVILLA Chelsea melenggang ke semifinal Liga Champions 2020-2021. The Blues –julukan Chelsea– meraih tiket semifinal meski kalah 0-1 dari FC Porto pada leg II yang berlangsung di Stadion Sanchez Pizjuan, Rabu (14/4/2021), dini hari WIB.

Chelsea tidak tampil seperti biasanya dalam pertandingan itu. Christian Pulisic dkk lebih fokus bertahan sehingga tidak mendapatkan banyak peluang matang di depan gawang Porto.

Christian Pulisic vs FC Porto (Foto: Reuters)

Chelsea memilih bertahan karena memiliki bekal kemenangan 2-0 atas Porto pada leg I. The Blues tampaknya tidak mau mengambil risiko sehingga memilih pada leg II.

Meski begitu, Pulisic mengakui, bahwa pertandingan kontra Porto pada dini hari tadi tidaklah mudah bagi timnya. Menurut Pulisic, Chelsea harus bekerja keras, terutama di pertahanan, karena Porto bermain agresif.

BACA JUGA: Hampir Pasti Dilepas, Cristiano Ronaldo Ditukar Icardi atau Moise Kean?

“Ini adalah malam yang sulit. Kami bekerja keras di pertahanan dan saya sangat bangga dengan pergantian (permainan) yang kami perbuat. Kami melaju ke babak selanjutnya, jadi kami sangat bersemangat,” kata Pulisic, mengutip dari laman resmi UEFA, Rabu (14/4/2021).

BACA JUGA: Chelsea ke Semifinal, Tuchel Nantikan Pemenang Duel Liverpool Kontra Real Madrid

Pulisic adalah salah satu pemain yang bekerja keras dalam pertandingan kontra Porto. Bagaimana tidak, Pulisic menjadi pemain yang paling banyak dilanggar oleh Porto.

Pulisic menerima 11 pelanggaran sepanjang pertandingan kontra Porto. Sebelumnya, Lionel Messi adalah pemain yang menerima 11 pelanggaran dalam satu pertandingan Liga Champions saat Barcelona lawan Real Madrid pada 2011 silam. Pulisic, yang bernaluri menyerang, rela bertahan dan menerima pelanggaran agar Chelsea lolos ke semifinal.

“Saya lebih condong menyerang, tetapi Anda benar-benar harus melakukan perubahan sulit dan melakukan yang terbaik untuk bertahan, membantu tim dengan cara apa pun yang Anda bisa dalam pertandingan. Saya seharusnya mencetak gol (di babak kedua), tetapi (setiap peluang) tidak bisa masuk semuanya,”tuturnya.

Chelsea vs FC Porto (Foto: Reuters)

Sebagaimana diketahui, calon lawan Chelsea di semifinal adalah rival mereka di Inggris, Liverpool, atau raksasa Spanyol, Real Madrid. Kedua tim itu memiliki sejarah panjang di Liga Champions.

Liverpool merupakan tim Inggris tersukses di Liga Champions dengan koleksi enam trofi. Sementara itu, Real Madrid merupakan raja Liga Champions karena memiliki trofi paling banyak di antara klub lain, yaitu 13. Sebanyak tiga trofi terakhir diraih Real Madrid secara beruntun pada 2015-2018. Oleh sebab itu, Chelsea harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar bisa mengalahkan tim mana pun di semifinal.

(Rachmat Fahzry)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement