Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Klub Hancur Lebur, 5 Pelatih Ini Beruntung Tidak Dipecat

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Selasa, 23 Maret 2021 |12:30 WIB
Klub Hancur Lebur, 5 Pelatih Ini Beruntung Tidak Dipecat
Andrea Pirlo. (Foto/Reuters)
A
A
A

BEBERAPA dari pelatih ini beruntung masih bisa mempertahankan pekerjaan mereka meski tim yang diasuhnya menuai hasil mengecewakan, jika tak disebut hancur lebur. Ada sejumlah alasan mengapa sejumlah pelatih tetap dipertahankan klub.

Beberapa pelatih yang akan diulas ini menjalankan filosofi dan gaya permainan yang berbeda. Hanya saja pemain membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem baru apalagi jika terjadi perubahan manajerial terjadi di tengah musim. Meskipun hasilnya tidak memuaskan, klub tetap berkomitmen kepada pelatih pilihan mereka karena percaya pada filosofi dan visinya.

Berikut lima pelatih yang beruntung tak dipecat meski membawa timnya berantakan menyadur Sportskeeda:

5. Paulo Fonseca - AS Roma

Paulo Fonseca ditunjuk sebagai manajer AS Roma pada musim panas 2019 dan dia membawa Serigala ibu kota mereka ke posisi kelima. Namun, racikan Fonseca tak cukup manjur pada musim ini, bahakan hampir dipecat pada Januari 2021 lalu karena menggunakan pemain pengganti tambahan dalam pertandingan Coppa Italia melawan Spezia.

Foto/Twitter

AS Roma memenangkan pertandingan dalam waktu normal tetapi tersingkir dari turnamen karena menggunakan pemain pengganti ilegal. Hal ini menyebabkan keresahan di ruang ganti AS Roma, dengan Edin Dzeko dan Lorenzo Pellegrini dilaporkan mengangkat suara mereka pelatih mereka.

Baca juga: 5 Pesepakbola Ini Dihargai Lebih dari Rp1,7 Triliun jika Pindah Klub pada Musim Panas 2021

Baca juga: 3 Kali Lionel Messi Dipermalukan di Depan Umum, Kapan Saja?

Namun, dilaporkan bahwa pemilik Roma, Dan dan Ryan Friedkin, memutuskan untuk tetap menggunakan ajsa Fonseca setelah membahas masalah ini selama lima belas jam. Roma asuhan Fonseca saat ini berada di urutan keenam di klasemen sementara Serie A dengan meraih 50 poin.

Laporan menunjukkan bahwa AS Roma sedang mempertimbangkan untuk mengganti Fonseca pada awal musim panas ini dengan Maurizio Sarri atau Max Allegri. Satu hal yang pasti dan bahwa Fonseca beruntung bisa mempertahankan pekerjaannya sekarang.

4. Steve Bruce - Newcastle United

Sebagian besar basis penggemar Newcastle United sepakat bahwa waktu untuk melepaskan Steve Bruce telah tiba. Setelah kekalahan 3-0 dari Brighton & Hove Albion, para penggemar memprotes di luar St. James Park.

Foto/Newcastle United

Newcastle United telah mengalami banyak hasil buruk musim ini. Mereka berada di urutan ke-17 di tabel Liga Premier dan hanya memenangkan satu dari delapan pertandingan liga terakhir mereka.

Fans telah memprotes tiga kali pada musim ini tetapi pemilik klub Mike Ashley dilaporkan telah memutuskan untuk tetap menggunakan Steve Bruce. Laporan mengklaim bahwa Bruce setia kepada pemilik dan mereka diyakinkan oleh hasratnya untuk klub.

3. Jorge Jesus - Benfica

Jorge Jesus mengambil alih Benfica pada Agustus 2020 silam. Kedatangannya didukung dengan dana transfer pemain sebesar 105 juta euro. Namun, mereka memulai musim dengan awal yang buruk karena tersingkir di babak ketiga kualifikasi Liga Champions UEFA.

Foto/Reuters

Benfica juga tersingkir dari Piala Super Portugal dan Piala Liga. Benfica saat ini berada di urutan ketiga Liga Portugal, namun tertinggal 13 poin di belakang pemimpin, Sporting CP.

Benfica memulihkan beberapa bakat mereka selama beberapa bulan terakhir. Mungkin itulah mengapa Jesus masih bertahan dengan pekerjaannya di Benfica, tetapi sebagian penggemar pasrah dengan kenyataan bahwa Jesus tidak akan membawa tim kesayangan mereka meraih juara Liga Portugal.

2. Andrea Pirlo (Juventus)

Juventus mengejar gelar Serie A kesepuluh berturut-turut musim ini. Tapi sepertinya mereka akan kehabisan bensin sebelum akhir musim. Juventus adalah tim yang memecat Maurizio Sarri setelah musim debutnya meski ia memenangkan gelar Serie A.

Foto/Reuters

Sementara Andrea Pirlo adalah pelatih baru tanpa pengalaman. Mungkin keputusan Juventus mempertahankan Pirlo karena eks gelandang AC Milan itu berhasil membantu merubah identitas klub.

PAdahal Juventus sudah tersingkir dari Liga Champions UEFA di babak 16 besar. Mereka kini berada di urutan ketiga klasemen Serie A, dengan terpaut 10 poin di belakang Inter Milan.

1. Jose Mourinho (Tottenham Hotspur)

Mauricio Pochettino dipecat pada pertengahan musim 2019-2020 ketika Spurs berjuang untuk bisa mencapai final Liga Champions seperti musim sebelumnya. Jose Mourinho kemudian masuk menggantikan pelatih asal Argentina tersebut.

Perbedaan antara sistem Pochettino dan Mourinho seperti siang dan malam. Pochettino mengubah Spurs menjadi salah satu tim paling menarik di Eropa, sementara Jose Mourinho memutuskan berpegang pada pendekatan konservatifnya.

Foto/Reuters

Tottenham Hotspur asuhan Jose Mourinho memainkan sepakbola yang membosankan. Mereka sangat bergantung pada kecerdasan individu Harry Kane dan Son Heung-min. mereka tampak kehilangan ide dan inspirasi.

Baru-baru ini, Spurs tersingkir dari Liga Eropa setelah kalah dari Dinamo Zagreb dan kalah dalam Derby London Utara melawan Arsenal.

Jose Mourinho agar dipecat kini mulai mendapat banyak dukungan dari fans. Jika itu terjadi, Jose Mourinho akan mendapat bayaran besar. Mungkin itu menjadi satu asalan mengapa bos Spurs, Daniel Levy lebih memilih mempertahankan Mourinho.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement