5 Kesalahan Transfer Pemain Manchester United, Nomor 3 Menyesal Setengah Mati

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 15 Maret 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 45 2377916 5-kesalahan-transfer-pemain-manchester-united-nomor-3-menyesal-setengah-mati-TO6cz18Io4.jpg Alexis Sanchez. (Foto/Man United)

MANCHESTER United sebagai salah satu klub terbesar di Inggris bahkan dunia, selalu mendatangkan sejumlah pemain-pemain yang membantu mereka meraih berbagai trofi bergengsi.

Nama-nama seperti Nemanja Vidic, Wayne Roonye hingga Cristiano Ronaldo, adalah beberapa pemain yang sukses setelah didatangkan ke Old Trafford.

Namun, tak semua pemain yang pindah ke Man Uniter berakhir sukses. Ada sejumlah transfer Man United yang merupakan kesalahan. Berikut beberapa di antaranya:

5. Era Louis van Gaal

Louis van Gaal mengasuh Man United menginginkan permainan yang disebutnya Total Football. Demi menjalakan filosofinya, menir Van Gaal mendatangkan Bastian Schweinsteiger, Morgan Schneiderlin dan Radamel Falcao.

Foto/Man United

Namun, ketiga pemain itu tak sesuai harapan. Schweinsteiger sudah melewati masa jayanya dan Schneiderlin tidak bisa bermain gemilang demi publik Old Trafford. Sementara Radamel Falcao hanya bisa mencetak empat gol selama bertugas di Manchester.

Baca juga: 5 Pemain yang Tidak Disangka Pernah Bela Manchester United

Baca juga: 5 Pembelian Pemain Termahal Manchester United, Nomor 1 Seorang Mualaf

4. Menjual Wilfried Zaha dan Memphis Depay

Zaha ketika berada di akademi Man United terus berjuang untuk bisa masuk ke tim senior. Sementara Memphis Depay gagal menampilkan performa apiknya seperti di klub dia sebelumnya, PSV Eindhoven.

Foto/Reuters

Zaha akhirnya dijual ke Crystal Palace dan dia menjelma menjadi pemain terbaik Palace. Sedangkan Memphis Depay yang pindah ke Olympique Lyon, menjadi salah satu penyerang terbaik di Liga Prancis.

3. Siapa Bebe?

Tiago Manuel Dias Correia alias Bebe bisa menjadi kisa dongeng yang berakhir bahagia jika dia berhasil bermain gemilang untuk Man United. Namun kenyataanya tidak seperti demikian.

Foto/Man United

Nama Bebe mulai berjaya saat dia membela rumah penampungan Casa Do Gaiato Shelter (CAIS) di Portugal. Bebe memang terlahir miskin dan ayahnya menitipkan dia di rumah penampungan tersebut. Bebe pernah bermain Homeless World Cup membela CAIS.

Alasan keputusan Manchester United mengontraknya Bebe karena Sir alex Ferguson melihat video Bebe. Alex Ferguson bahkan belum pernah melihat langsung permainan Bebe. Dia kadung percaya dengan pencari bakat Man United saat itu.

Bebe cukup bermain mengesankan pada awalnya. Hanya saja, dia terus bermain buruk sehingga dipinjamkan ke sejumlah klub, kemudian dijual permanen ke Benfica.

2. Angel Di Maria

Angel Di Maria adalah salah satu pemain sayap terbaik di generasinya. Hanya saja, di abwah asuhan Louis van Gaal yang hangat, Di Maria tak dimainkan di posisi terbaiknya. Mesi begitu, Di Maria bisa memberikan 14 assist di Liga Inggris.

Foto/Man United

Penampilan pemain asal Argentina itu mulai meurun di paruh kedua. Man United akhirnya menjual Di Maria ke Paris Saint-Germain (PSG). Di sana, Di Maria menjadi salah satu pemain terbaik PSG.

1. Alexis Sanchez

Alexis Sanchez hampir menandatangani kontrak dengan Manchester City sebelum Manchester United membajak kesepakatan itu. Man United membayar gaji tinggi Sanchez (300.000 pounds per pekan) selama satu setengah tahun.

Foto/Sportskeeda

Penandatanganan Sanchez membingungkan. Pasalnya, Setan Merah sudah memiliki Marcus Rashford dan Anthony Martial di posisi sayap kiri. Namun, Jose Mourinho ingin Sanchez menggusur keduanya dan menjadi starter utama.

Keputusan Mourinho ternyata salah. Sanchez tidak pernah mencapai kegemilangannya seperti di Arsenal.

Man United di era Ole Gunnar Solskjaer, Sanchez tak terlalu dibutuhkan. Pemain asal Chile itu kemudian dilepas ke Inter Milan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini