Belum Terkalahkan Bersama Chelsea, Mantan Anak Didik Beberkan Gaya Melatih Tuchel

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 13 Maret 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 13 45 2377010 belum-terkalahkan-bersama-chelsea-mantan-anak-didik-beberkan-gaya-melatih-tuchel-Xr2MDamxOi.jpg Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel (Foto: Reuters)

LONDON - Thomas Tuchel masih menjaga rekor positif bersama Chelsea musim ini. Sejak didatangkan pada Januari kemarin, Tuchel membawa The Blues tampil tanpa terkalahkan dalam 11 laga terakhir yang mereka mainkan.

Hal ini membuat tim asal Kota London itu mulai masuk perhitungan dalam persaingan gelar juara. Mantan anak didik Tuchel di Borussia Dortmund, Adrian Ramos, mengaku tidak heran pelatihnya itu menuai kesuksesan bersama Chelsea. Menurutnya, Tuchel memang salah satu pelatih dengan kualitas terbaik saat ini.

"Thomas (Tuchel) terobsesi dengan sepak bola dan menempatkan tuntutan yang sangat tinggi pada para pemainnya, terutama dari sudut pandang taktis," ujar Adrian Ramos seperti dilansir dari laman Goal International, Sabtu (13/3/2021).

"Siapapun yang tidak memenuhi persyaratan ini memiliki masalah. Kemudian Thomas dapat menjadi sangat keras dengan sangat cepat dan terkadang mengatakan hal-hal yang menyakitkan," tambahnya.

 Baca juga: Pulisic Diisukan Bakal Tinggalkan Chelsea, Begini Jawaban Tuchel

Sejak datang menggantikan Frank Lampard pada Januari kemarin, suasana di ruang ganti Chelsea menjadi lebih baik bersama Tuchel. Hal tersebut berdampak positif dan membawa Timo Werner kembali ke persaingan papan atas.

Eks pelatih Paris Saint-Germain itu rupanya punya metode tersendiri untuk mengembalikan mental para pemain yang sempat terpuruk.

 Tuchel menyadari dominasi para pemain muda membuat emosi skuad The Blues cenderung tidak stabil. Meski demikian, pelatih asal Jerman itu punya solusi untuk mengatasinya.

"Saat saya bahagia, saya dapat memberi tahu mereka bahwa saya senang dengan sikap, penampilan, dan suasana di ruang ganti," ujar Tuchel seperti dilansir dari laman resmi Chelsea.

 

"Bagi saya, penting juga untuk membangun kepercayaan dan hubungan yang dapat kita andalkan. Anda tidak menghukum dan menghina dan meneriaki orang-orang di depan kelompok, itu tidak dapat diterima," lanjutnya.

"Jika kami memiliki perilaku yang merugikan grup, yang menyebabkan masalah bagi tim di lapangan, kami harus memberi tahu para pemain secara individu," ujarnya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini