23 Pesepakbola Kamerun Jadi Mualaf Setelah Berlatih di Dubai

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 51 2371112 23-pesepakbola-kamerun-jadi-mualaf-setelah-berlatih-di-dubai-mTCcszhECk.jpg Ilustrasi bola

BERPINDAH agama tentunya bukan keputusan yang mudah. Karena biasanya banyak pertimbangan yang dipikirkan sebelum mebuat keputusan krusial tersebut.

Menariknya, pada 2014 terjadi peristiwa yang cukup mengejutkan. Sebab, sebanyak 23 pesepakbola asal Kamerun secara berbarengan memutuskan untuk menjadi mualaf alias memeluk agama Islam.

Baca juga: Shkodran Mustafi: Islam Telah Bantu Saya Jadi Individu yang Lebih Baik

Para pemain tersebut sejatinya adalah bagian dari akademi sepakbola untuk tunawisma, anak yatim dan pemuda miskin. Mereka datang ke Dubai untuk berlatih sepakbola, sesuai dengan program yang dijadwalkan oleh pihak akademi.

Kendati demikian, para pemain yang masih berusia 20-an pada saat itu justru dibuat terkesan dengan keramahan dan kebaikan masyarakat Dubai. Meski mereka pada awalnya bukan beragama Islam, namun orang-orang di Dubai tetap memperlakukan mereka dengan sangat baik.

Baca juga: Pelajari Teologi, Mantan Bek AC Milan dan Arsenal Putuskan Jadi Mualaf

Selama dua bulan berlatih Dubai, para pemain tersebut merasa nyaman dan menemukan ketenangan di tengah-tengah masyarakat Islam. Maka dari itu, sehari sebelum kepulangan mereka ke Kamerun, secara serentak para pemain tersebut menyatakan niatnya memeluk Islam.

Penasehat agama senior di Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD), Javeed Khateeb, mengungkapkan para pemain tersebut memang sedang mencari pencerahan. Hal inilah yang membuat Javeed kagum karena umumnya di usia mereka banyak yang lebih memilih berhura-hura.

"Sungguh menakjubkan bahwa pada usia ketika kebanyakan orang hanya ingin bermain dan bersenang-senang, para pemuda ini sedang mencari iman dan pencerahan," ujar Javeed Khateeb, dilansir OnIslam.

"Ini adalah pertama kalinya kami menemukan sejumlah besar orang dari kelompok yang sama yang ingin pindah agama. Kami mendapatkan kelompok besar mualaf, tetapi biasanya mereka berasal dari latar belakang yang berbeda," paparnya.

“Mereka sangat terkesan dengan sikap pemain Muslim, tapi kebanyakan mereka terkesan dengan kebaikan dan respek yang mereka terima,” lanjut Javeed.

Direktur Jendral IACAD, Dr. Hamad Al Shaibani, menerangkan bahwa IACAD telah menjadi saksi dari banyak perpindahan agama di UEA. Mereka berasal dari berbagai negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini