Perubahan Permainan Cristiano Ronaldo, dari si Jago Gocek Sampai Jadi Mesin Gol

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 16:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 47 2347791 perubahan-permainan-cristiano-ronaldo-dari-si-jago-gocek-sampai-jadi-mesin-gol-fnSg3CzyYj.jpg Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo. (Foto: Twitter/juventusfc)

TURIN – Jelang memasuki usia 36 tahun pada 5 Februari 2021 nanti, Cristiano Ronaldo masih tampak bugar dan terus memperlihatkan penampilan yang sangat menjanjikan. Meski sudah tak muda lagi, namun nyatanya Ronaldo masih terus menjadi pemain yang sangat diandalkan, terutama oleh Juventus.

Semenjak hadir di Allianz Stadium pada musim panas 2018 kemarin, Ronaldo bisa dikatakan sudah menjelma menjadi mesin pencetak gol untuk Juventus. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya Ronaldo sudah mengalami berbagai perubahan gaya permainan sejauh ini?

Seperti yang diketahui, nama Ronaldo baru benar-benar mendapatkan perhatian dunia ketika ia bergabung dengan Manchester United. Pada saat itu, pelatih Man United, Sir Alex Ferguson memasang Ronaldo di sayap kiri Setan Merah.

Menariknya, Ronaldo benar-benar liar ketika bermain sebagai winger kiri Man United. Ia memperlihatkan kecepatan dan kegesitan dalam hal menggocek lawan.

Baca Juga: Jelang Juventus vs Napoli, Pirlo Akui Takut dengan Permainan Partenopei

Cristiano Ronaldo

Beberapa trik lantas sering diperlihatkan pemain asal Portugal itu saat sedang membela Man United. Jadi, tak heran jika pada saat itu, Ronaldo dikenal sebagai pemain yang sangat jago dalam hal menggocek lawannya.

Pindah ke Real Madrid pada musim panas 2009, Ronaldo masih dipercaya untuk bermain sebagai winger kiri. Lagi-lagi Ronaldo mampu memperlihatkan permainan yang menarik dalam hal mengelabui para pemain lawannya.

Akan tetapi, seiring bertambahnya usia Ronaldo lantas mulai jarang menyisir sisi kiri permainan. Ia pun pada musim 2016-2017 mulai beralih menjadi pemain striker di Madrid dan menemani Karim Benzema.

Dengan dimulainya perubahan gaya permainan itu, lantas Ronaldo justru dapat mencetak lebih banyak gol. Sebab dengan bermain lebih banyak di tengah dan di depan gawang tim lawan, Ronaldo jauh lebih mudah untuk mencetak gol.

Sempat di satu musim Ronaldo mampu mencetak 44 gol dalam 44 pertandingan yang dilaluinya bersama Madrid. Kepindahannya ke Juventus pada musim panas 2018 lalu pun semakin memantapkan Ronaldo sebagai seorang striker.

Alhasil, kini kisaran gol Ronaldo terus bertambah dan ia benar-benar menjelma menjadi pemain mesin pencetak gol. Tentu perubahan itu cukup positif karena setidaknya Ronaldo yang sekarang bisa lebih banyak menyumbangkan gol.

Cristiano Ronaldo

Meski begitu, perubahan tersebut juga membuat ada beberapa hal dari Ronaldo yang justru mengalami penurunan. Hal yang mengalami penurunan itu terkait jumlah assist Ronaldo yang menurun.

Penurunan tersebut jelas disebabkan karena ini Ronaldo adalah target man, yang mana ia lebih sering menjadi sosok yang menyelesaikan tendangan. Kalau dulu saat ia masih bermain sebagai winger, Ronaldo sebenarnya dikenal cukup sering memberikan assist.

Selain penurunan dalam hal assist. Ronaldo yang sekarnag juga dinilai mengalami penurunan dalam hal tendangan bebas. Hal itu sudah dibuktikan dengan mulai jarangnya Ronaldo mencetak gol dari tendangan bola mati tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini