3 Pola Sistem Pertahanan dalam Sepakbola

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 51 2347053 3-pola-sistem-pertahanan-dalam-sepakbola-Oa2ez9pB3U.jpg Ilustrasi sistem pertahanan man to man marking. (Foto/Tactical-Board)

Pola pertahanan sepakbola tak lepas dari strategi untuk memenangkan sebuah pertandingan. Sebuah tim tak hanya mengandalkan penyerangan untuk mencetak gol, namun dengan sistem pertahanan yang kuat, tim sepakbola bisa memenangkan pertandingan berkat membendung serangan-serangan dari tim lawan.

Setidaknya ada tiga sistem pertahanan yang kerap digunakan dalam sepakbola. Sistem tersebut yakni, zona marking, man to man marking dan kombinasi dari keduanya (zona marking dan man to man marking).

Dalam artikel ini akan membahas sistem pertahanan mulai dari zona marking, man to man marking hingga kombinasi dari keduanya (zona marking dan man to man marking).

Zonal Marking

Sistem pertahanan ini menggunakan empat poin penting agar sistem zonal marking atau penandaan zona bisa berjalan sukses. Tim yang memainkan zonal marking akan melakukan dengan mlihat posisi rekan satu timnya, posisi bola, ruang terbuka, dan posisi pemain lawan.

Foto/Tactical Board

Zona marking mengharuskan sebuah tim bergerak sebagai satu kesatuan serta bergantung pada posisi bola. Konsepnya terletak pada jarak antar pemain. Kekompakan menjadi komponen kunci dari sistem ini, di mana pemain menutup ruang dan sengaja meninggalkan posisinya.

Pemain harus keluar dari posisinya agar ada peluang menutup opsi tim lawan melakukan operan kepada rekannya.

Man to Man Marking

Sistem pertahanan man to man marking merupakan sistem sederhana. Sejumlah pemain cukup menjaga pemain lawan agar menyulitkan pergerakannya.

Bertahan dengan man to marking terus menempel ketat setiap pemain lawan. Misalnya, pelatih cukup memberi instruksi pada anak asuhnya untuk menjaga pemain lawan. Tugas ini terlihat sangat mudah, namun jika yang dijaga adalah pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata atau mempunyai fisik yang bagus, pemain akan sulit untuk terus menjaga pemain yang dijaganya.

Foto/Tactical Board

Namun, sistem man to man marking memiliki kekurangan. Itu terjadi saat tim lawan mencoba melakukan rotasi posisi. Jika itu terjadi bisa Ini menciptakan malapetaka di seluruh sistem pertahanan, karena pemain melakukan man to man marking akan meninggalkan posisinya dan menghadapi dilema apakah mengikuti pemain yang dijaganya penanda atau tidak.

Jika dia melakukannya, maka dia akan meninggalkan celah di garis pertahanan tempat dia bermain. Jika tidak, tim lawan mendapatkan satu orang bebas untuk mengoper dan kemudian menyerang.

Kombinasi (Zona Marking dan Man Marking)

Dalam sepak bola modern, jarang tim hanya menggunakan satu cara untuk melakukan sistem pertahanan. Beberapa sebabnya, yakni kualitas tim lawan, kualitas pemain, formasi, dan kondisi pemain.

Pelatih seringkali sangat fleksibel dalam hal memilih sistem apa yang dilakukann, apakah zona marking atau man marking. Bisa juga seorang pelatih menggunakan kedua sistem pertahanan.

Misalnya, sebuah tim akan melakukan zona marking. Namun, ada satu pemain (biasanya penyerang) akan melakukan man marking agar bisa memberikan tekanan pada pemain lawan yang sedang menguasai bola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini