Jurgen Klopp Bermain Psywar saat Sebut Man United Sering Dapat Penalti

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 45 2344576 jurgen-klopp-bermain-psywar-saat-sebut-man-united-sering-dapat-penalti-If72GmWTqE.jpg Jurgen Klopp. (Foto/Reuters)

LIVERPOOL – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp dianggap sedang memainkan psywar atau perang urat syaraf saat menyindir Manchester United yang dianggapnya lebih seiring mendapatkan penalti. Hal ini disampaikan oleh mantan wasit Liga Inggris, Mark Clattenburg.

Sejak Solskjaer yang menggantikan Jose Mourinho pada Desember 2018, Man United telah diberikan 42 penalti. Sedangkan Liverpool 19 penalti di semua kompetisi.

Foto/Reuters

Hanya saja Clattenburg, yang memimpin 292 pertandingan Liga Inggris saat menjadi wasit, bersikeras bahwa perangkat pertandingan tidak mendukung Man United. Ia malah menuduh balik Klopp melakukan psywar menjelang laga Liverpool melawan Man United di Anfield pada Minggu 17 Januari 2021.

Baca juga: Man United vs Liverpool, Istri Peter Crouch Ancam Suaminya 

Clattenburg meyakini bahwa Man United memang menerima keputusan yang menguntungkan selama era Sir Alex Ferguson. Hanya saja, kata dia, berita itu mereda sejak Sir Alex pensiun pada 2013.

“Mari kita perjelas, tidak ada konspirasi di pihak wasit dan ofisial,” tulis Clattenburg dalam kolom opini Daily Mail seperti dikutip dari Metro, Kamis (14/1/2021).

“Apakah Klopp menyindir? Ataukah dia menyarankan Man United memiliki pemain sengaja melakukan diving? Jika niatnya adalah yang pertama, maka saya tidak punya waktu untuk itu. Itu tidak benar.”

"Tapi jika dia menyoroti kemudahan beberapa pemain Man United jatuh di area penalti, ya, saya yakin dia membuat poin yang valid,” tambahnya.

Clattenburg bahkan menyebut Klopp sebagai orang yang munafik jika mengabaikan sejumlah pemain bintangnya yang juga melakukan hal serupa, berpura-pura jatuh di kotak penalti.

"Dia terdengar seperti orang munafik jika dia mengatakan bahwa para pemain Man United ingin memenangkan penalti. Orang-orang seperti Mo Salah dan Mane sama mampu menggunakan taktik serupa,” tuturnya.

Foto/Reuters

"Dia jelas terlihat gelisah, karena sejak era Fergie berakhir kita melihat upaya terang-terangan untuk mempengaruhi wasit menjelang pertandingan besar. Klopp tidak melakukannya musim lalu ketika Liverpool menang setiap minggu.”

“Dia tidak suka kalah, dia tidak pernah. Dia tajam. Tapi dia salah untuk mengatakan ada aura di sekitar Man United yang membuat mereka diberi keputusan yang menguntungkan. Dulu ada saat Fergie memang ada, tapi itu berkurang secara drastis sejak dia pensiun," tuturnya.

Klopp saat timnya mengalami kekalahan dari Southampton kesal karena skuadnya tak mendapatkan penalti dalam laga tersebut. Hasilnya, The Reds kalah dengan skor 1-0 di Stadion St Marry’s lewat gol tunggal Danny Ings.

Selepas laga Klopp meluapkan kekesalannya. Dia membawa Man United yang dianggapnya terlalu sering mendapatkan penalti dibandingkan dengan Liverpool.

"Saya mendengar bahwa Manchester United mendapat lebih banyak penalti dalam dua tahun daripada yang saya alami dalam lima setengah tahun," kata Klopp.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini