Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Southampton, Spesialis Pembunuh Juara Bertahan Liga Inggris

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 05 Januari 2021 |14:03 WIB
Southampton, Spesialis Pembunuh Juara Bertahan Liga Inggris
Ralph Hasenhuttl memeluk anak asuhnya usai laga (Foto: Southampton)
A
A
A

SOUTHAMPTON – Sebuah prestasi spesial dicatatkan Southampton kala menumpas Liverpool dengan skor tipis 1-0 di pekan 17 Liga Inggris 2020-2021, Selasa (5/1/2021) dini hari WIB. The Saints tercatat sebagai pembunuh juara bertahan dalam tujuh kesempatan.

Seperti diketahui, sebiji gol Danny Ings pada menit dua pertandingan, sudah cukup untuk menaklukkan juara bertahan Liga Inggris, Liverpool. Sepakan volinya, menyambut umpan tendangan bebas James Ward-Prowse, membuat Alisson Becker terperangah.

Upaya Liverpool untuk menyamakan skor menemui jalan buntu selama 90 menit. Pertahanan berlapis yang diterapkan Southampton, membuat Si Merah frustrasi. Bahkan, mereka hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dari total 17 percobaan!

Baca juga: Inggris Lockdown Lagi, Premier League Jalan Terus

Danny Ings mencetak gol tunggal kemenangan Southampton (Foto: Reuters/Naomi Baker)

Kemenangan tipis 1-0 itu membuat Southampton mencatatkan rekor spesial. Mereka adalah klub pertama sepanjang era Premier League yang mampu mengalahkan tujuh juara bertahan liga di musim berikutnya.

“Southampton adalah tim pertama dalam sejarah Premier League yang mampu mengalahkan tujuh kesebelasan juara bertahan di musim berikutnya setelah menjadi juara,” cuit akun Twitter @premierleague, Selasa (5/1/2021).

Catatan itu pertama kali dibukukan pada Liga Inggris 2002-2003. Arsenal yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan, disikat 3-1. Semusim berselang, yakni Liga Inggris 2003-2004, giliran Manchester United yang menelan malu. Setan merah mampu ditumpas dengan skor 1-0 di Stadion St Mary pada 31 Agustus 2003.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement