LONDON – Nasib sial benar-benar dialami Arsenal saat menjalani laga babak perempatfinal Piala Liga Inggris musim 2020-2021 melawan Manchester City. Pasalnya selain menelan kekalahan, Arsenal juga berpotensi kembali kehilangan pemain muda andalannya, yakni Gabriel Martinelli.
Sebagaimana diketahui, Arsenal memang harus menyerah dengan skor 1-4 dari Man City ketika tampil pada babak perempatfinal Piala Liga Inggris 2020-2021. Keempat gol kemenangan Man City sendiri berhasil dicetak oleh Gabriel Jesus, Riyad Mahrez, Phil Foden, dan Aymeric Laporte.
Dengan kekalahan tersebut pupus sudah harapan Arsenal untuk bisa menembus semifinal Piala Liga Inggris 2020-2021. Tidak hanya itu, kekalahan dari Man City juga memperpanjang catatan tidak pernah menang Arsenal di Inggris selama 50 hari atau tepatnya sejak 1 November 2020.
Selain mengalami kekalahan, Arsenal juga harus berpotensi besar kembali ditinggal Martinelli karena cedera. Ya, dalam pertandingan tersebut Martinelli yang tampil sejak menit awal hanya mampu bertahan 50 menit, sebelum akhirnya digantikan oleh Nicolas Pepe karena cedera.
Baca Juga: Lalui 50 Hari Tanpa Kemenangan, Jadi Fans Arsenal Berpotensi Kena Gangguan Jiwa
Ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal, mengingat Martinelli sendiri sebenarnya baru pulih dari cedera usai hampir 9 bulan absen. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, pun lantas membeberkan kondisi terkini dari cedera yang diderita pemain berpaspor Brasil tersebut.
“Itu merupakan tendangan yang sangat buruk pada tulang keringnya dan membengkak. Dia tidak bisa melanjutkan pertandingan (melawan Man City),” jelas Arteta, sebagaimana dilaporkan oleh Football London, Rabu (23/12/2020).
“Pada babak pertama dia ngotot ingin bermain. Dia mengatakan baik-baik saja dan ingin melanjutkan pertandingan. Dia mendapat bekas luka yang tidak terbuka dan dia ingin mencoba, jadi kami memberinya kesempatan untuk mencoba,” lanjutnya.
“Ketika dia di lapangan dia merasa tidak nyaman jadi itu merupakan sebuah keputusan yang mudah untuk menariknya. Dia memiliki energi yang unik dan cara untuk mengirimkan hasratnya pada pertandingan.”

“Dia memainkan pertandingan dengan cara yang berbeda dengan pemain lain. Sulit untuk membandingkannya, namun yang harus saya katakan adalah saya merasa sangat dia dapat kembali bermain bersama kami.”
“Membawa pengalaman itu, pertarungan itu, bermain melawan lawan ini setelah waktu yang lama, seperti yang dia lakukan di babak pertama, itu adalah sesuatu yang sangat membanggakan dan membahagiakan,” tuntas pelatih berusia 38 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.