SALAH satu istilah yang berkaitan erat dengan sepakbola adalah degradasi dan promosi. Sebab, dua hal tersebut adalah faktor penting dalam keberlangsungan sebuah liga sepakbola di suatu negara.
Degradasi dan promosi dalam sepakbola bersama-sama merujuk pada sistem seleksi sebuah klub dalam serangkaian pertandingan liga sepakbola. Sistem ini dianggap paling ideal untuk menyeleksi klub-klub terbaik di masing-masing negara dengan adanya hukuman (punish) dan hadiah (reward).
Seandainya tidak ada sistem promosi dan degradasi maka akan membuat klub-klub bertanding tanpa ambisi. Sebab, mereka sudah merasa aman dan nyaman dengan posisi yang mereka miliki.
Baca juga: Lewandowski Nilai Kariernya Tak Akan Sama jika Gabung Man United

Misalnya, ketika sebuah klub sudah sulit untuk meraih gelar juara, maka mereka kemungkinan akan bermain lebih santai jika tidak adanya sistem degradasi. Sebab, mereka berpikir bisa mencoba lagi tahun depan untuk memenangkan kejuaraan tanpa risiko apa pun.
Hal ini tentunya membuat sepakbola menjadi tidak berkembang di negara tersebut. Maka dari itu, diperlukan sistem degradasi. Sehingga klub-klub yang berada di posisi bawah pada sebuah liga akan turun ke kasta yang lebih rendah.
Dengan demikian, klub-klub akan berusaha untuk menghindari posisi bawah papan klasemen agar mereka bisa kembali bersaing di kasta tertinggi pada musim berikutnya. Jadi walaupun mereka sudah tidak punya kesempatan juara, namun klub-klub tersebut masih memiliki target untuk dicapai.