BARCELONA – Salah satu kandidat presiden Barcelona, Emili Rosaud, mengatakan gaji Lionel Messi terlalu tinggi. Dalam pandangannya, Barcelona kesulitan jika harus menggaji Lionel Messi, yang mana menghabiskan 500.000 pounds atau sekira Rp9,5 miliar per minggu.
Karena itu, jika terpilih sebagai presiden Barcelona, Emili Rosaud akan melakukan negosiasi ulang dengan La Pulga –julukan Lionel Messi. Dalam negosiasi ulang itu, Emili Rosaud meminta Lionel Messi menurunkan gajinya.

“Dalam situasi klub seperti ini, gaji Messi ketinggian. Jadi, kami harus mencapai kesepakatan dengannya,” kata Emili Rosaud mengutip dari The Sun, Rabu (16/12/2020).
Emili Rosaud meyakini, Lionel Messi mau bertahan di Barcelona meski dipotong gajinya. Dalam pandangan Rosaud, Lionel Messi sempat ingin meninggalkan Barcelona (pada musim panas 2020) bukan karena uang, melainkan menginginkan trofi.
“Kami akan mempersembahkan proyek yang menarik untuknya. Ketika Messi mengatakan ingin pergi, ia tidak menyebutkan soal uang. Ia ingin pergi karena ingin memenangkan trofi,” lanjut Rosaud.
BACA JUGA: Manchester City Salip PSG dalam Perburuan Lionel Messi
Sayangnya, pernyataan Rosaud tidak sepenuhnya benar. Sebab, Lionel Messi merupakan satu dari sekian pemain Barcelona yang tidak bersedia dipotong gajinya.