Jelang Derby Manchester, Mantan Asisten Mourinho Buka Luka Lama

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 11 Desember 2020 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 45 2325999 jelang-derby-manchester-mantan-asisten-mourinho-buka-luka-lama-QmHkpuUBVm.jpg Para pemain Man United selebrasi (Foto: Reuters)

MANCHESTER – Laga akbar bakal tersaji akhir pekan ini, Minggu 13 Desember 2020 dini hari WIB, kala Manchester United menjamu Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris. Jelang pertandingan tersebut, manan asisten Jose Mourinho, Ricardo Formosinho, membuka kembali persaingan antara dua klub Manchester tersebut di masa lalu.

Sebagai informasi, Formosinho adalah sosok yang menjadi asisten Mourinho saat The Special One menukangi Man United dari Juli 2016 sampai Desember 2018. Menurutnya, saat dipegang oleh Mourinho, Man United memiliki kualitas yang hebat.

Hal itu terbukti dengan keberhasilan Mourinho membawa Man United menjuarai Liga Eropa 2016-2017. Setelah itu, di musim kompetisi 2017-2018, Setan Merah tampil sebagai runner-up Liga Inggris.

Baca juga: Phil Neville Tantang Man United Sikat Man City di Manchester Derby

Man United saat ditukangi Jose Mourinho

Kendati demikian, Formosinho menilai bahwa di musim 2017-2018 tersebut, Man United harusnya menjadi juara Liga Inggris. Karena menurutnya, Man City sudah melakukan kecurangan lantaran merekrut pemain dengan melanggar Financial Fair Play (FFP).

Pelanggaran yang dilakukan oleh Man City tersebut kemudian terbongkar pada 2019. Bahkan, pada Februari 2020, Badan Arbitrase Olahraga (CAS) menerbitkan dokumen yang menunjukkan Manchester City telah melakukan pelanggaran FFP dan bakal dijatuhi hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua musim.

Akan tetapi, setelah melakukan persidangan, Man City justru dinyatakan bebas dari hukuman tersebut dan hanya diminta membayar denda. Hal ini tentunya membuat Formosinho geram.

“Kami bukan juara, itu benar. Tapi kami memenangkan Liga Eropa, Piala Liga Inggris, Community Shield, dan dalam pertarungan dengan Manchester City, yang mana mereka berbuat curang, sebagaimana dibuktikan kemudian, kami menjadi runner-up. Harusnya kami yang juara,” ujar Formosinho, dikutip dari Goal, Jumat (11/12/2020).

Lebih lanjut, Formosinho menerangkan bahwa yang menjadi sosok kunci dari penampilan bagus Man United kala itu adalah kehadiran Zlatan Ibrahimovic. Sayangnya, pada musim 2017-2018, Ibra mengalami cedera parah dan harus menepi untuk waktu yang lama.

Zlatan Ibrahimovic

Diakui oleh Formosinho bahwa hilangnya Ibra menjadi pukulan besar bagi Man United. Karena terbukti, bahkan saat ini ketika Ibra sudah berusia 39 tahun, ia menjadi bagian penting dari kebangkitan AC Milan.

“Kami kehilangan seorang pria hebat dan pemimpin ruang ganti: Zlatan Ibrahimovic. Dia adalah referensi yang tak tergantikan. Kami benar-benar kehilangannya,” ujar Formosinho.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini