Gasperini Puas dengan Kemenangan Prestisius Atalanta atas Liverpool

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 261 2316645 gasperini-puas-dengan-kemenangan-prestisius-atalanta-atas-liverpool-y3F7voLLyM.JPG Gian Piero Gasperini menyalami anak asuhnya (Foto: Reuters/Paul Ellis)

LIVERPOOL – Kemenangan akhirnya dirasakan lagi oleh Atalanta. Bahkan, kali ini kemenangan tersebut bersejarah dan prestisius karena dicatatkan saat melawan Liverpool di Stadion Anfield, Kamis (26/11/2020) dini hari WIB. Bagi Gian Piero Gasperini, kemenangan itu diraih berkat implementasi konsep sepakbola La Dea.

Sebelum laga matchday keempat Grup C Liga Champions 2020-2021 itu, Atalanta baru sekali merasakan kemenangan dari lima kesempatan. Mereka imbang tiga kali dan sekali kalah ketika menjamu Liverpool pada matchday tiga di kandang sendiri dengan skor telak 0-5!

Namun, Atalanta mampu bangkit. Marten de Roon dan kawan-kawan menampilkan ciri khasnya di hadapan anak buah Jurgen Klopp. Alhasil, Gli Orobici mampu membawa pulang kemenangan bersejarah dengan skor 2-0.

Baca juga: Atalanta Beri Liverpool Kekalahan Kandang Terburuk di Era Jurgen Klopp

Robin Gosens dan kawan-kawan menyulitkan Liverpool (Foto: Reuters)

Disebut bersejarah karena Atalanta adalah wakil Italia kedua yang menang di Anfield pada ajang Liga Champions. Klub pertama yang melakukannya adalah Fiorentina pada Desember 2009. Tak pelak, Gian Piero Gasperini begitu girang kala menyalami anak asuhnya usai pertandingan.

“Tanpa diragukan, ini adalah kemenangan yang memuaskan di sini, melawan sebuah kesebelasan dengan kualitas seperti Liverpool, dan juga hasil yang fundamental untuk petualangan kami di Liga Champions,” papar Gian Piero Gasperini, melansir dari Football Italia, Kamis (26/11/2020).

“Kami menampilkan performa luar biasa dan mengekspresikan konsep sepakbola kami dengan sangat baik. Liverpool memasukkan pemain-pemain bintangnya saat dalam masalah, tetapi kami mampu mencetak gol kedua,” imbuh pria asal Italia itu.

Kemenangan itu sekaligus menghapus luka yang mereka terima di Bergamo pada awal November 2020. Gian Piero Gasperini menerangkan, pada laga di Anfield ini, anak asuhnya mampu mengoper bola dengan lebih baik serta tidak mengulangi kesalahan-kesalahan di pertemuan pertama.

Robin Gosens cetak gol kedua bagi Atalanta (Foto: Reuters/Laurence Griffiths)

“Kami bermain lebih baik dibandingkan gim pertama di Bergamo. Kami bisa mengoper bola dengan lebih baik, lebih presisi dari sisi teknis, dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan,” tukas eks juru taktik Inter Milan itu.

“Ini adalah stadion yang sudah menyaksikan sejarah sepakbola. Liverpool tidak terkalahkan dalam 64 pertandingan di sini, jadi mungkin ini adalah kemenangan paling prestisius kami,” tukas Gian Piero Gasperini.

Sebuah catatan sejarah bagi Atalanta, begitu juga Liverpool. Itu merupakan kekalahan dengan selisih gol terbesar yang pernah dirasakan Jurgen Klopp di Anfield sejak tiba pada Oktober 2015. Sebelum itu, Liverpool menelan kekalahan terburuk di Anfield dari West Ham United dengan skor 0-3 pada Agustus 2015 di bawah asuhan Brendan Rodgers.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini