Teknik Penalti Bruno Fernandes Diperdebatkan, Ini Ketentuan Penalti di Sepakbola

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 23 November 2020 15:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 45 2314577 teknik-penalti-bruno-fernandes-diperbedatkan-ini-ketentuan-penalti-di-sepakbola-fOLh4hW2Le.jpg Bruno Fernandes (Foto: Reuters/Catherine Ivill)

PENALTI Bruno Fernandes yang membawa Manchester United menang 1-0 atas West Bromwich Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020-2021. Akan tetapi, penalti Fernandes mengundang perbedabatan karena dinilai banyak pihak menipu kiper sehingga termasuk pelanggaran.

Saat mengeksekusi penalti, Fernandes berlari dan melompat tepat sebelum menendang bola untuk mengelabui kiper. Teknik penalti Fernandes dinilai telah melanggar peraturan oleh legenda Arsenal, Ian Wright.

Bruno Fernandes (Foto: Reuters/Alex Livesey)

Wright pun meminta Liga Inggris untuk menggodok aturan baru yang melarang teknik penalti Fernandes. Selain Fernandes, gelandang Chelsea, Jorginho, juga menggunakan teknik serupa dalam mengeksekusi penalti.

Lalu, bagaimana aturan penalti dalam sepakbola? Penalti akan dilakukan dalam dua kondisi. Kondisi pertama ialah saat pemain sebuah tim melakukan pelanggaran atau handsball di kotak terlarang. Kedua, penalti akan dilakukan untuk menemukan pemenang saat dua tim bermain imbang selama 120 menit (90 menit waktu normal dan 30 menit tambahan waktu).

BACA JUGA: Eliana Guercio, Istri Kiper Man United yang Rela Pinjamkan Suami ke Rihanna

Penalti lebih sering terjadi dalam kondisi pertama dalam sebuah pertandingan liga. Sementara itu, kondisi kedua biasanya terjadi dalam turnamen. Kali ini, Okezone akan membahas penalti dengan kondisi pertama.

Berdasarkan peraturan IFAB (International Football Association Board), saat penalti terjadi, hanya penendang dan kiper yang boleh berada dalam kotak penalti. Penendang menaruh bola tepat di titik penalti sebelum mengeksekusi. Lalu, kiper berdiri di belakang garis gawang hingga tendangan penalti dilakukan. Mereka terpisahan jarak sejauh 11 meter.

Sementara itu, para pemain lainnya (dari kedua kesebelasan) harus berdiri 9,15 meter di belakang titik penalti atau lebih jauh lagi. Mereka tidak boleh masuk ke dalam kotak penalti sebelum tendangan dilakukan.

Saat tendangan penalti berbuah gol, wasit akan memberikan skor kepada tim penendang. Akan tetapi, penalti bisa juga diulang jika terjadi pelanggaran dalam prosesnya.

BACA JUGA: Bagi Solskjaer, Kemenangan Man United atas WBA Sangat Penting

Seandainya pemain dari kedua kesebelasan masuk ke kotak penalti sebelum tendangan dilakukan, penalti akan diulang. Penalti juga akan diulang jika penendang atau kiper melakukan pelanggaran.

Pertama, apabila kiper melakukan pelanggaran dan gol tidak terjadi, penalti dianggap sah. Situasi ini terjadi jika pelanggaran yang dilakukan kiper tidak berdampak kepada penendang.

Jika pelanggaran kiper berdampak kepada penendang, seperti keluar dari garis gawang sebelum tendangan dilakukan, penalti akan diulang. Sang kiper juga akan menerima teguran dari wasit.

Sementara itu, penendang dinilai melakukan pelanggaran jika melakukan gerakan tipuan yang dilarang. Sejak 2014 silam, IFAB telah menetapkan beberapa teknik penalti yang dilarang.

Jika pemain dan kiper sama-sama melakukan pelanggaran, hukuman akan diberikan kepada penendang. Akan tetapi, kondisi ini jarang terjadi dalam sebuah pertandingan. Itu adalah penjelasan singkat tentang aturan penalti dalam sepakbola.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini