Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 51 2312308 perbedaan-antara-central-midfielder-defensive-midfielder-dan-box-to-box-midfielder-iiPn4YwzYf.jpg Toni Kroos dan Luka Modric (Foto: UEFA)

DEWASA ini masih banyak orang yang bingung dengan istilah central midfielder, defensive midfielder, dan box-to-box midfielder dalam sepakbola. Meski sama-sama merujuk pada posisi gelandang (midfielder), namun ketiganya memiliki arti yang berbeda.

Defensive midfielder atau dikenal juga dengan gelandang bertahan merupakan salah satu posisi pemain yang ada di olahraga sepakbola. Pemain di posisi defensive midfielder ini memiliki tugas untuk melindungi lini pertahanan dari serangan lawan.

Bisa dibilang, defensive midfielder adalah pemain pertama yang memutus alur serangan lawan. Defensive midfielder juga orang pertama yang mengalirkan bola dari lini pertahanan. Maka dari itu, defensive midfielder berposisi tepat di depan barisan bek.

Baca juga: Tinggalkan Generasi Lama, Timnas Italia Kini Bangkit Kembali

Ngolo Kante

Umumnya, pemain yang berposisi sebagai defensive midfielder memiliki fisik yang kuat karena mereka dituntut untuk berduel dengan lawan dalam memperebutkan bola dan menjaga wilayah pertahanan tetap steril. Beberapa defensive midfielder top yang ada saat ini adalah N’Golo Kante, Casemiro, dan Nemanja Matic.

Berbeda dengan defensif midfielder, central midfielder atau gelandang tengah bermain di posisi yang lebih ke depan. Central midfielder umumnya memiliki tugas sebagai metronome alias pengatur tempo permainan.

Pemain yang berposisi sebagai central midfielder dituntut untuk memiliki kerativitas yang tinggi. Sebab, pemain inilah yang kerap berperan sebagai playmaker, yakni orang yang mengkreasikan serangan untuk bisa mencetak gol.

Mengingat tugasnya yang penting tersebut, seorang midfielder dituntut untuk memiliki atribut yang lengkap, utamanya operan yang ciamik. Sejumlah central midfielder yang terkenal adalah Andres Iniesta, Luka Modric, dan Toni Kroos.

Jika dua istilah sebelumnya, yakni central midfielder dan defensive midfielder mengacu kepada posisi di lapangan, maka box-to-box midfielder adalah peran yang dimiliki oleh seorang pemain. Dalam artian, pemain yang mengemban status sebagai box-to-box midfielder bisa saja siapa pun yang berposisi sebagai gelandang.

Paul Pogba

Midfielder box-to-box disematkan kepada mereka yang memiliki kemampuan bertahan dan penyerangan yang sama baiknya. Dalam artian, pemain tersebut mampu merebut bola atau memutus serangan lawan dan bisa juga menjalankan tugas penyerangan, yakni mencetak gol.

Maka dari itu, seorang box-to-box midfielder biasanya memiliki kemampuan menembak yang baik, karena mereka kerap mencetak gol. Gelandang jenis ini umumnya dibutuhkan oleh tim yang bermain energik. Karena, mereka juga punya tugas untuk menekan kreativitas lawan. Beberapa contoh box-to-box midfielder adalah Paul Pogba, Georginio Wijnaldum, dan Leon Goretzka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini