DEWASA ini masih banyak orang yang bingung dengan istilah central midfielder, defensive midfielder, dan box-to-box midfielder dalam sepakbola. Meski sama-sama merujuk pada posisi gelandang (midfielder), namun ketiganya memiliki arti yang berbeda.
Defensive midfielder atau dikenal juga dengan gelandang bertahan merupakan salah satu posisi pemain yang ada di olahraga sepakbola. Pemain di posisi defensive midfielder ini memiliki tugas untuk melindungi lini pertahanan dari serangan lawan.
Bisa dibilang, defensive midfielder adalah pemain pertama yang memutus alur serangan lawan. Defensive midfielder juga orang pertama yang mengalirkan bola dari lini pertahanan. Maka dari itu, defensive midfielder berposisi tepat di depan barisan bek.
Baca juga: Tinggalkan Generasi Lama, Timnas Italia Kini Bangkit Kembali

Umumnya, pemain yang berposisi sebagai defensive midfielder memiliki fisik yang kuat karena mereka dituntut untuk berduel dengan lawan dalam memperebutkan bola dan menjaga wilayah pertahanan tetap steril. Beberapa defensive midfielder top yang ada saat ini adalah N’Golo Kante, Casemiro, dan Nemanja Matic.
Berbeda dengan defensif midfielder, central midfielder atau gelandang tengah bermain di posisi yang lebih ke depan. Central midfielder umumnya memiliki tugas sebagai metronome alias pengatur tempo permainan.
Pemain yang berposisi sebagai central midfielder dituntut untuk memiliki kerativitas yang tinggi. Sebab, pemain inilah yang kerap berperan sebagai playmaker, yakni orang yang mengkreasikan serangan untuk bisa mencetak gol.