Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder

Hendry Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 19 November 2020 |13:19 WIB
Perbedaan Antara Central Midfielder, Defensive Midfielder dan Box-to-Box Midfielder
Toni Kroos dan Luka Modric (Foto: UEFA)
A
A
A

Mengingat tugasnya yang penting tersebut, seorang midfielder dituntut untuk memiliki atribut yang lengkap, utamanya operan yang ciamik. Sejumlah central midfielder yang terkenal adalah Andres Iniesta, Luka Modric, dan Toni Kroos.

Jika dua istilah sebelumnya, yakni central midfielder dan defensive midfielder mengacu kepada posisi di lapangan, maka box-to-box midfielder adalah peran yang dimiliki oleh seorang pemain. Dalam artian, pemain yang mengemban status sebagai box-to-box midfielder bisa saja siapa pun yang berposisi sebagai gelandang.

Paul Pogba

Midfielder box-to-box disematkan kepada mereka yang memiliki kemampuan bertahan dan penyerangan yang sama baiknya. Dalam artian, pemain tersebut mampu merebut bola atau memutus serangan lawan dan bisa juga menjalankan tugas penyerangan, yakni mencetak gol.

Maka dari itu, seorang box-to-box midfielder biasanya memiliki kemampuan menembak yang baik, karena mereka kerap mencetak gol. Gelandang jenis ini umumnya dibutuhkan oleh tim yang bermain energik. Karena, mereka juga punya tugas untuk menekan kreativitas lawan. Beberapa contoh box-to-box midfielder adalah Paul Pogba, Georginio Wijnaldum, dan Leon Goretzka.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement