Peran False Nine dalam Permainan Sepakbola

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 22:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 51 2312024 peran-false-nine-dalam-permainan-sepakbola-EzuOBWB1Ke.jpg Roberto Firmino (Foto: Reuters/Clive Brunskill)

SETIAP pemain memiliki posisi dan peran masing-masing dalam sebuah pertandingan sepakbola. Pernahkah Anda mendengar istilah false nine? Istilan itu sangat populer dalam sedekade terakhir. Beberapa klub besar Eropa punya pemain yang memerankan itu di timnya.

Lalu, apa itu false nine? Menurut Sportskeeda, False nine adalah peran dalam sebuah taktik untuk tim yang tidak memiliki pemain bertipe penyerang konvensional. Penyerang konvensional itu adalah pemain yang bisa menerima umpan silang, memantulkan bola, dan menyergap bola terobosan untuk dikoversikan menjadi gol.

Roberto Firmino (Foto: Twitter/@LFC)

Namun, pada kenyataannya, banyak juga klub dengan penyerang-penyerang mumpuni memainkan false nine dalam pertandingan, seperti Barcelona era Josep Guardiola. Blaugrana –julukan Barcelona– memainkan Lionel Messi sebagai false nine meski memiliki Samuel Eto'o dan Thierry Henry.

Karena false nine dan penyerang konvesional adalah peran yang berbeda, tugasnya di dalam pertandingan pun tidak sama. Jika penyerang konvesional tugas utamanya mencetak gol dan tidak terlalu berperan dalam membangun serangan, false adalah kebalikannya.

BACA JUGA: Beda Posisi, tapi Bintang Liverpool Ini Ingin Jadi Cristiano Ronaldo dan Messi

False nine biasanya akan turun ke lini tengah untuk membantu membangun serangan. Karena jumlah pemain di lini tengah bertambah, semakin banyak opsi untuk mengalirkan bola sehingga persentase keberhasilan membongkar pertahanan lawan pun meningkat.

Selain itu, keberadaan false nine di lini tengah juga akan menarik perhatian bek-bek lawan sehingga ruang di pertahanan pun ikut terbuka. Saat itu terjadi, serangan bisa dilakukan dari kedua sisi lapangan atau menerobos dari tengah. https://video.okezone.com/play/2020/11/20/7/124839/false-nine-barcelona

Meski berperan besar dalam membangun serangan, false nine sebaiknya juga memiliki ketajaman di depan gawang lawan. Saat ada peluang di depan gawang lawan, false nine juga harus mampu menjadi eksekutor ulung.

False nine adalah peran sehingga hampir semua pemain bisa memainkannya dalam pertandingan, kecuali bek dan kiper. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas gelandang yang berperan sebagai false nine. Sebab, kemampuan membangun serangan dibutuhkan untuk menjalankan peran ini.

BACA JUGA: 5 Bek Paling Tajam pada Abad 21

Contoh pemain yang berperan sebagai false nine adalah Roberto Firmino di Liverpool. Dia menempati posisi penyerang tengah dalam formasi 4-3-3, tetapi kerap turun ke lini kedua untuk menjemput bola dan mengkreasikan serangan.

Pergerakan Firmino membuat dua partnernya di lini depan, Mohamed Salah dan Sadio Mane, mendapatkan ruang di pertahanan lawan untuk dieksploitasi. Salah dan Mane pun menjadi sumber gol utama Liverpool. Firmino cukup sukses memainkan peran false nine di lini depan The Reds –julukan Liverpool.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini