Kisah Lionel Messi Dianggap Bisu oleh Cesc Fabregas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 51 2296158 kisah-lionel-messi-dianggap-bisu-oleh-cesc-fabregas-gr5ADhTxlT.jpg Lionel Messi dan Cesc Fabregas. (Foto/Barcelona)

LIONEL MESSI, ikon Barcelona kembali dikaitkan berganti seragam menuju Manchester City. Setelah gagal pada jendela bursa panas musim panas 2020 lalu, sang megabintang dikabarkan akan menuju Stadion Etihad pada Januari 2021.

Daily Star mengklaim, Man City akan berusaha memboyong Messi pada Januari mendatang atau saat jendela bursa transfer musim dingin dibuka. Omar Berrada, Chief Football Operations Manager Man City menyatakan siap mewujudkan reuni Pep Guardiola dan Messi.

Foto/Barcelona

The Citizens dilaporkan sudah menyiapkan dana sebesar 16,5 juta euro atau sekitar Rp285 miliar. Uang sebanyak itu bakal dikeluarkan untuk membayar aji Messi selama semusim.

Baca juga: Demi Messi, Koeman Minta Para Pemain Barcelona Tingkatkan Kualitas

Terlepas rumor kepindahan Messi ke Man City, pemain asal Argentina itu pernah dianggap bisu oleh eks rekan setimnya di Tim Barcelona junior, Cesc Fabregas.

Semua bermula pada 2007. Messi bersama rekan-rekannya seperti Cesc Fabregas dan Gerard Pique, mengikuti turnamen Maestrelli Trophy di Pisa, Italia. Messi dan kolega berhasil Barcelona mengalahkan Chievo Verona, Inter Milan dan Brescia.

Meski sempat bermain imbang dengan Juventus, tim Barcelona junior yang diperkuat Messi mengalahkan Parma di final. Setelah kompetisi itu, Fabregas baru mengetahui bahwa Messi bisa bicara.

“Awalnya kami kira ia bisu. Namun, berkat playstation dan pertandingan di Italia, kami akhirnya mengetahui kalau dia bisa bicara,” kata Fabregas yang hengkang ke Arsenal pada 2003, dan saat ini membela Chelsea, mengutip dari buku The Inside Story of the Boy Who Became a Legend.

Eks pelatih tim junior Barcelona yang langsung menangani Messi, Victor Vazquez juga mengonfirmasi cerita Fabregas. Dia mengisahkan Messi tipe pemain yang langsung pulang seusai latihan atau pertandingan.

“Sampai saat itu, setelah pertandingan dia selalu pergi ke ruang ganti, duduk di pojok, ganti pakaian, dan pulang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Di Italia-lah kepercayaan dirinya mulai tumbuh,” kata Vazquez.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini