Pemilik Inter Milan Tidak Paham Kultur Sepakbola

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 47 2295203 pemilik-inter-milan-tidak-paham-kultur-sepakbola-wP3cjavsoR.jpg Steven Zhang, Presiden Inter Milan sekaligus anak dari pemilik Suning Group (Foto: Inter Milan)

A CORUNA – Legenda Inter Milan, Luis Suarez Miramontes, terang-terangan menuding pemilik klub yang sekarang tidak mengerti sepakbola. Menurutnya, Suning Group hanya fokus pada sisi bisnis saja dan tidak memiliki kultur sepakbola yang kuat.

Sebagaimana diketahui, saham mayoritas Inter Milan dibeli oleh Suning Group pada 2016. Otomatis, pucuk pimpinan ikut berganti pada ke Steven Zhang, anak dari pemilik Suning Group, Zhang Jindong. Sejak itu, Inter Milan dinilai oleh Luis Suarez hanya berpikir soal bisnis saja.

Salah satu bukti dari tudingan Luis Suarez adalah pengubahan nama klub. Ya, Inter Milan mengganti nama resmi markas latihan mereka di Appiano Gentile dari Angelo Moratti Sports Centre menjadi Suning Training Centre.

Baca juga: Luis Suarez Sebut Conte Terlalu Banyak Minta ke Inter

Inter Milan kini dimiliki Suning Group

Menurut Luis Suarez, hal itu menunjukkan klub saat ini hanya mementingkan sisi bisnis. Menurutnya, warisan sejarah yang ditinggalkan mendiang Angelo Morratti dihapus begitu saja. Sebab, pemilik baru ini tidak mengerti soal kultur sepakbola.

“Orang-orang ini membeli klub bukan untuk membuatnya jadi hebat lagi, tetapi hanya untuk berbisnis. Mereka tidak tertarik dalam hal lain,” ujar Luis Suarez, dikutip dari Corriere dello Sport, Sabtu (17/10/2020).

“Mereka bahkan mengganti nama pusat olahraga menjadi Suning dan nama Moratti tidak lagi terlihat. Mereka yang datang sebelum orang-orang sekarang ini juga menginginkan hal yang sama. Mereka tidak memiliki kultur sepakbola. Mereka tidak tahu sepakbola, hanya uang,” imbuh pria berusia 85 tahun itu.

Sekadar informasi, Luis Suarez adalah mantan pemain Inter Milan pada era 1961-1970. Setelah gantung sepatu, pria asal Spanyol itu masuk ke dalam jajaran manajemen di bawah kendali Presiden Massimo Moratti, anak dari Angelo Moratti.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini