Luis Suarez Sebut Conte Terlalu Banyak Minta ke Inter

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 47 2295172 luis-suarez-sebut-conte-terlalu-banyak-minta-ke-inter-hbPdHvNkRX.jpg Antonio Conte berteriak di pinggir lapangan (Foto: Inter Milan)

A CORUNA – Kiprah Antonio Conte bersama Inter Milan pada musim 2019-2020 menuai banyak pujian. Namun, hal serupa tidak muncul dari mulut Luis Suarez. Pria berkebangsaan Spanyol itu justru mengkritik sang pelatih yang dinilainya terlalu banyak meminta kepada klub.

Seperti diketahui, Inter Milan menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih pada musim panas 2019. Pria asal Italia itu dikontrak selama tiga tahun ke depan dengan bayaran selangit, yakni 12,5 juta Euro (setara Rp216 miliar) per musim.

Gaji yang dikeluarkan Inter Milan itu terhitung sebanding dengan hasil polesan Antonio Conte. Nerazzurri dibawanya finis di posisi dua klasemen Liga Italia plus runner-up Liga Eropa 2019-2020. Namun, ia sempat terlibat friksi dengan manajemen pada akhir musim lalu.

Baca juga: Conte Janjikan Menit Bermain untuk Eriksen

Inter Milan diantar Antonio Conte sebagai runner-up

Friksi dengan manajemen itu bermula dari keluh kesah Antonio Conte karena klub dinilai tidak becus memenuhi permintaannya. Sikap tersebut mendapat kritik dari salah satu mantan pemain Inter Milan era 1961-1970. Menurutnya, Antonio Conte terlalu banyak menuntut.

“Antonio Conte berpikir dia adalah ketua klub. Dia mengajukan banyak permintaan. Inter juga mau memenuhi permintaan merekrut pelatih-pelatih khusus dengan bayaran tinggi. Lalu ketika dipecat, Anda harus membayarnya 40 juta Euro (setara Rp691 miliar),” tutur Luis Suarez Miramontes, dikutip dari Corriere dello Sport, Sabtu (17/10/2020).

“Itulah mengapa seharusnya mereka (Conte dan kelompoknya) membeli klub saja sehingga bisa melakukan apa yang mereka mau. Dia tidak berhenti mengeluh dan jika klub tidak memenuhi keinginannya, dia mengancam pergi,” ketus pria berusia 85 tahun itu.

Sebetulnya, konflik antara Antonio Conte dengan manajemen klub tempatnya melatihbukan hal baru. Friksi pertama kali terjadi ketika pria berusia 50 tahun itu mengasuh Juventus pada 2011-2014, tepatnya beberapa saat sebelum sang pelatih angkat kaki.

Kala itu, Antonio Conte mengajukan daftar pemain yang diinginkan pada bursa transfer musim panas 2014. Namun, Manajemen Juventus enggan menyanggupi permintaan. Tak berapa lama, Antonio Conte dilepas dari jabatannya dan digantikan Massimiliano Allegri.

Masalah kembali hadir ketika Antonio Conte melatih Chelsea. Pada musim keduanya, ia sempat berseteru dengan sejumlah pemain senior. Sebelum itu, lagi-lagi bursa transfer menjadi pemicu. Antonio Conte sebal karena manajemen gagal mendatangkan pemain yang diinginkannya pada musim panas 2017.

Manajemen Chelsea lantas memecatnya pada penghujung musim panas 2018. Hal itu tidak terlepas dari buruknya prestasi Si Biru sepanjang musim. Hal serupa nyaris terjadi lagi di Inter Milan, tetapi manajemen mau mengalah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini