Sebetulnya, konflik antara Antonio Conte dengan manajemen klub tempatnya melatihbukan hal baru. Friksi pertama kali terjadi ketika pria berusia 50 tahun itu mengasuh Juventus pada 2011-2014, tepatnya beberapa saat sebelum sang pelatih angkat kaki.
Kala itu, Antonio Conte mengajukan daftar pemain yang diinginkan pada bursa transfer musim panas 2014. Namun, Manajemen Juventus enggan menyanggupi permintaan. Tak berapa lama, Antonio Conte dilepas dari jabatannya dan digantikan Massimiliano Allegri.
Masalah kembali hadir ketika Antonio Conte melatih Chelsea. Pada musim keduanya, ia sempat berseteru dengan sejumlah pemain senior. Sebelum itu, lagi-lagi bursa transfer menjadi pemicu. Antonio Conte sebal karena manajemen gagal mendatangkan pemain yang diinginkannya pada musim panas 2017.
Manajemen Chelsea lantas memecatnya pada penghujung musim panas 2018. Hal itu tidak terlepas dari buruknya prestasi Si Biru sepanjang musim. Hal serupa nyaris terjadi lagi di Inter Milan, tetapi manajemen mau mengalah.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.