'Ketakutan tersebut nyaris terbukti ketika Marcelo Martins menjebol gawang Franco Armani pada menit 24. Beruntung, Argentina mampu bangkit dan menyamakan skor lewat Lautaro Martinez jelang babak pertama berakhir. Tiga angka kemudian dipastikan lewat tembakan keras Joaquin Correa.
Sang pencetak gol kemenangan mengakui sangat sulit untuk menerima kenyataan dirinya tidak menjadi pilihan utama pelatih Lionel Scaloni. Namun, kepercayaan dari sang pelatih membuatnya tetap percaya diri hingga akhirnya menjadi pahlawan kemenangan.
“Saya memang tidak menjadi protagonis utama di tim nasional. Namun, saya selalu membawa keyakinan ke tim ini. Lionel (Scaloni) dan seluruh staf pelatih sangat dekat dengan saya. Mereka mampu membuat saya merasa nyaman,” papar Joaquin Correa, dikutip dari laman resmi Federasi Sepakbola Argentina, Rabu (14/10/2020).
“Saya sungguh senang bisa mencetak gol dan membantu tim menang. Pelatih meminta kami untuk bermain direct ketika memegang bola. Soal gol itu, saya hanya berpikir langsung menembak pada sentuhan pertama karena saya tahu, kiper akan sulit menahan bola. Syukurlah bolanya masuk,” tutup striker berusia 26 tahun itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.