Meski Sulit, Guardiola Coba Terima Man City Dipermalukan Leicester City

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 28 September 2020 09:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 45 2284730 meski-sulit-guardiola-coba-terima-man-city-dipermalukan-leicester-city-4IqbNyMokI.jpg Pep Guardiola (Foto: Twitter/@ManCity)

MANCHESTER – Pelatih Manchester City, Josep ‘Pep’ Guardiola, mencoba menerima kenyataan timnya menelan kekalahan memalukan dari Leicester City di laga kedua Liga Inggris 2020-2021. Bermain di Emirates Stadium, Minggu 27 September 2020 malam WIB, Man City kalah telak denganb skor 2-5.

Kekalahan ini tentu saja membuat Man City merasa hancur. Apalagi pada laga perdana Liga Inggris 2020-2021, Man City juga tampil memukau dengan menaklukkan Wovlerhampton Wanderers dengan skor 3-1.

Man City vs Leicester

Namun, pada laga kedua, hasil mengejutkan harus diterima Man City yang tak berdaya dihadapan Jamie Vardy dan kawan-kawan. Terlebih Vardy tampil memukau dengan mencetak hattrick ke gawang Man City.

Guardiola tak menyangkal bahwa Leicester menunjukkan pertahanan yang luar biasa. Hal itulah yang diakui Guardiola sebagai penyebab Man City tak mampu berkembang dan justru mengalami banyak kebobolan gol.

Baca juga Untuk Pertama Kali, Tim Asuhan Guardiola Kebobolan 5 Gol 

“Mereka bertahan begitu dalam dan kurangnya menciptakan peluang membuat kami gugup. Mereka tidak ingin bermain, mereka hanya ingin melakukan serangan balik,” ungkap Guardiola, mengutip dari laman resmi Man City, Senin (28/9/2020).

“Tetapi saat kami mulai gugup, kami pikir kami tidak melakukannya dengan baik. Namun, saya juga tidak menyerah, saya mencoba mencari solusi,” tambahnya.

“Ya, tentu saja ini sulit, kami harus menerimanya, ini masih pertandingan kedua Liga Inggris,” sambungnya.

Lebih lanjut, Guardiola juga menyayangkan keunggulan timnya yang diraih dengan sangat cepat pada menit 4. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu bertahan lama karena Leicester kemudian memborbardir Man City dengan berbagai gol.

“Kami bermain selama 30 menit dengan sangat bagus. Kami mencetak gol di menit keempat,” lanjut pelatih berpaspor Spanyol tersebut.

“Tapi kemudian kami mulai percaya bahwa kami tidak bermain bagus. Kami tidak cukup kuat untuk menjadi stabil dan sabar,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini