Pemain Arema FC Diminta Belajar Bahasa Inggris

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 49 2283877 pemain-arema-fc-diminta-belajar-bahasa-inggris-hulLqOVRkH.jpg Carlos Oliveira. (Foto/Arema FC)

MALANG - Carlos Oliveira meminta kepada para pemain Arema FC untuk bisa belajar bahasa Inggris. Permintaan pelatih asal Brasil itu agar komunikasi antara dia dan para pemain bisa berjalan dengan baik.

Menyitir Wearemania, Jumat (25/9/2020), Carlos selama ini menggunakan bahasa Inggris saat sesi latihan. Ia dibantu pelatih Kiper Arema, Felipe Americo yang membantunya untuk menerjemahkan bahasa kepada penggawa Singo Edan.

Foto/Arema FC

“Saya ingin belajar Bahasa Indonesia. Namun, tak ada salahnya pemain juga mau belajar Bahasa Inggris. Para pesepakbola harus pintar berbahasa asing agar lebih pintar dan terpelajar,” kata dia.

Baca juga: Pelatih Baru Arema FC Tak Mau Bicara Masa Depannya

Ia menjelaskan permintaannya meminta skuad Arema belajar bahasa Inggris. Dia berharap jika suatu saat Arema berlaga di kompetisi internasional atau berkarier di luar negeri, bahasa Inggris akan memudahkan mereka untuk berkembang lebih baik.

“Tentunya jika menguasai Bahasa Inggris, mereka bisa lebih mudah menyerap ilmu dari pelatih asing. Jika suatu saat bermain di luar negeri pun mereka tidak bingung,” tegasnya.

Carlos mengungkapkan bahwa bahaw pasukan Singo Edang sedang fokus mengalirkan bola. Dia meminta anak asuhnya tidak berlama-lama mengontrol bola.

“Yang jelas kami berlatih untuk tidak lama-lama menguasai bola, bergerak cepat, mengalirkan bola, dan terus mempertahankannya. Sebisa mungkin membuat bola mengalir dari belakang ke depan. Secara umum itu yang kami lakukan dalam latihan taktik,” tuturnya.

Harus punya lapangan latihan

Carlos menyoroti Arema yang tidak memiliki lapangan latihan sendiri. Hal ini, menurut dia membuatnya kesulitan untuk memberikan porsi latihan kepada anak asuhnya.

Carlos memberikan porsi latihan sebanyak dua kali. Pagi hari di pusat kebugaran dan sore memberikan materi taktik di lapangan. Namun, latihan di lapangan tak terlaksana dan latihan sore hari terpaksa dipindahkan ke lapangan fusal.

“Kadang kami harus berebut lapangan latihan dengan pihak lain, ini jelas tidak baik. Karenanya, saya berharap suatu saat Arema bisa punya lapangan latihan sendiri, agar kami bisa bekerja tanpa mengubah program gara-gara tempat latihan pindah,” kata Carlos.

Pelatih asal Brasil tersebut mendesak manajemen untuk menentukan lapangan sendiri. Hal ini agar para para pemain bisa fokus menerima materi taktik yang akan diberikannya.

“Tidak baik bagi bagi tim pelatih jika kami harus mengganti program latihan karena lapangan latihan yang tiba-tiba saja tidak bisa dipakai. Program latihan bisa kacau,” saran dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini