5 Pesepakbola Top yang Putuskan Pensiun Cepat

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 51 2278043 5-pesepakbola-top-yang-putuskan-pensiun-cepat-X1Y0FaKEFW.jpg Eric Cantona (Foto: Twitter Man United)

KEHIDUPAN menjadi seorang atlet tidak akan selamanya. Begitu pun dengan sepakbola. Seiring bertambahnya usia, maka pesepakbola harus legawa untuk mengalami penurunan kualitas. Meski ada pemain yang masih bisa bermain hingga usia 40 tahun, tetapi banyak juga yang harus pensiun cepat.

Apa pun alasannya, kelima pesepakbola ini meninggalkan permainan setelah menimbulkan kejutan di antara para penggemar. Lalu siapakah para pesepakbola top yang memutuskan pensiun cepat? Berikut lima pemain tersebut.

5. Hidetoshi Nakata (29 Tahun)

Nakata menyatakan pensiun sebelum berusia 30 tahun. Tetapi, ia akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu sepakbola Asia terhebat sepanjang masa. Pada Piala Dunia 1998, Nakata tampil menonjol meskipun Jepang tidak terlalu unjuk gigi.

Karier klubnya bahkan begitu termasyhur karena ia menjadi orang Jepang kedua yang bermain di Liga Italia saaat bergabung dengan Perugia. Ia juga memenangkan Scudetto bersama AS Roma dan Piala Italia bersama Parma.

Ia memutuskan pensiun setelah jatuh cinta pada dunia bisnis. Karena itu, ia meninggalkan dunia sepakbola dan kini melanjutkan karier sebagai model dan pengusaha.

Hidetoshi Nakata

4. Eric Cantona (30 Tahun)

Tidak mengherankan jika Eric Cantona menemukan dirinya dalam daftar ini. Ia memutuskan pensiun setelah menjalani mantra paling sukses dalam kariernya bersama Manchester United, di mana ia memenangkan empat gelar Liga Inggris.

Penyerang itu memainkan peran penting dalam membawa Man United ke puncak permainan di Inggris. Fans menyukai kepribadiannya yang bersemangat dan nyentrik. Akan tetapi, tiba-tiba Cantona kehilangan gairah menjadi pesepakbola.

Karena itu, ia melanjutkan karier sebagai seorang aktor dan memutuskan pensiun sebagai pesepakbola. Bahkan ia mencoba-coba menjalani karier di sepakbola pantai setelah pensiun.

Eric Cantona

3. Andre Schurrle (29 Tahun)

Pada 2014, Andre Schurrle, yang baru berusia 23 tahun, mampu menguasai dunia. Ia mencetak gol di semifinal Piala Dunia melawan Brasil dan memberikan gol kemenangan di final saat Jerman memenangkan kompetisi.

Akan tetapi, kegemilangan Schurrle tak bertahan lama. Pemain berposisi sayap itu memutuskan untuk gantung sepatu pada awal tahun ini setelah merasa kesepian dan adanya tuntutan mental dari permainannya.

Padahal dari sisi prestasi Schurrle tidak buruk-buruk amat. Ia pernah memennagkan gelar Liga Inggris bersama Chelsea pada 2014-2015. Schurrle pun merupakan pemenang dua kali Piala Jerman bersama Borussia Dortmund dan Wolfsburg.

Andre Schurrle

2. Marco van Basten (30 Tahun)

Marco van Basten merupakan salah satu pesepakbola terhebat yang pernah ada. Namun, pada usia 30 tahun, ia memutuskan menyerah dari menghentikan kariernya sebagai pesepakbola.

Meskipun pensiun dini, Van Basten telah memenangkan tiga kali Ballon dOr dan memenangkan Piala Eropa dua kali bersama AC Milan. Van Basten adalah seorang striker lengkap dengan kemampuan mencetak gol yang memukau.

Ia masih menempati peringkat teratas sebagai pesepakbola top sepanjang masa. Sayangnya, kariernya dirusak oleh beberapa cedera pergelangan kaki yang serius. Itu adalah kerugian tragis yang akhirnya memberhentikan kariernya.

Marco van Basten

1. Just Fontaine (28 Tahun)

Kisah Just Fontaine mirip dengan kisah Van Basten. Jika Van Basten sempat menguasai permainan Eropa, Fontaine hanya bermain satu kali di Piala Dunia yang membuatnya langusng menjadi legenda. Fontain adalah pencetak gol yang produktif.

Pada laga debutnya bersama Timnas Prancis saja ia berhasil mencetak hattrick. Ia bermain sebanyak 121 kali dalam enam musim untuk Reims di Liga Prancis. Ia mencetak 30 gol yang luar biasa untuk Prancis dalam 21 pertandingan.

Sayangnya, pada 1962, karier Fontaine sebagai pesepakbola berakhir karena cedera yang berulag. Ia datang seperti api dan pergi seperti api. Akan tetapi, pensiun dini tidak menghentikan Pele untuk menamainya sebagai pesepakbola top.

Just Fontaine

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini