Sejak Ditunjuk, Pirlo Langsung Nyaman di Juventus

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 22:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 47 2272841 sejak-ditunjuk-pirlo-langsung-nyaman-di-juventus-zlQEO6VcaP.jpg Andrea Pirlo (Foto: Twitter/@juventusfcen)

TURIN – Andrea Pirlo tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan Juventus sejak ditunjuk menjadi pelatih. Hal itu wajar karena Pirlo pernah menjadi pemain La Vecchia Signora –julukan Juventus– pada 2011-2015.

Pirlo bisa dikategorikan sebagai salah satu legenda Juventus. Ia adalah bagian dari skuad Juventus yang mengawali dominasi Bianconeri di Liga Italia. Pirlo jadi jenderal lapangan tengah Juventus saat meraih empat trofi Liga Italia beruntun.

Andrea Pirlo (Foto: Juventus)

Pirlo kemudian pindah ke New York City sebelum akhirnya pensiun pada 1 Januari 2018. Setelah pensiun, Pirlo meniti karier sebagai pelatih tetapi ia baru mendapatkan pekerjaan saat ditunjuk Juventus untuk melatih tim U-23.

Kurang-lebih sebulan setelah itu, Pirlo langsung naik pangkat dengan melatih tim senior Juventus. Ia ditunjuk tidak lama setelah Bianconeri memecat Maurizio Sarri. Juventus memutuskan hubungan kerja dengan Sarri setelah kegagalan di Liga Champions musim lalu.

BACA JUGA: Pirlo Yakin Dybala Bakal Punya Kontribusi Lebih Musim Depan

Penunjukkan itu mengejutkan banyak orang karena Pirlo minim pengalaman melatih. Juventus adalah tim profesional pertama yang dilatih Pirlo. Ada tantangan besar menanti Pirlo pada musim ini tetapi ia siap menghadapinya karena telah mengenal seluk-beluk Bianconeri.

“Saya segera menemukan diri saya nyaman (di Juventus). Saya kenal semua orang yang bekerja di sini. Itu pasti sangat membantu,” ujar Pirlo, menyadur dari Football Italia, Jumat (4/9/2020).

Menjuarai Liga Champions jadi target utama Juventus pada musim ini, selain merajai kompetisi domestik Italia. Juventus selalu kesulitan untuk mengangkat trofi The Big Ears –julukan trofi Liga Champions. Juventus terakhir kali menjadi juara Liga Champions pada musim 1995-1996.

Nasib Juventus begitu miris karena Bianconeri beberapa kali mencapai final setelah juara pada 1996 tetapi selalu berakhir dengan kegagalan. Juventus gagal di final Liga Champions 1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, 2014-2015, dan 2016-2017.

Juventus (Foto: Twitter/@juventusfcen)

Juventus sangat berhasrat untuk memutus kutukan di Liga Champions. Akan tetapi, hasrat itu belum tersalurkan hingga sekarang. Kini Pirlo akan mendapatkan tanggung jawab untuk membawa Juventus berjaya di Liga Champions serta kompetisi domestik Italia.

Tidak mudah bagi Pirlo untuk melakukan itu karena beberapa pelatih berpengalaman telah mencobanya lebih dulu tetapi berakhir dengan kegagalan. Ia butuh bantuan dari seluruh elemen di Juventus agar target besar musim ini, yakni menyapu bersih semua trofi bisa tercapai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini