Puas dengan Liga Champions Musim Ini, UEFA Isyaratkan Pakai Sistem Satu Leg Lagi

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 261 2266553 puas-dengan-liga-champions-musim-ini-uefa-isyaratkan-pakai-sistem-satu-leg-lagi-RwPmNGRCWd.jpg Trofi Liga Champions (Foto: UEFA)

LISBON – Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, dalam gelaran Liga Champions 2019-2020 pertandingan hanya dilangsungkan satu leg mulai babak delapan besar dan digelar di satu tempat yang netral. Sistem tersebut sejatinya diterapkan karena situasi yang mendesak akibat terjadi pandemi Corona.

UEFA sengaja menerapkan sistem tersebut karena mereka diburu waktu untuk segera menyelesaikan kompetisi. Sebab, mulai September 2020 kompetisi untuk musim yang baru sudah harus dijalankan.

Kendati demikian, siapa sangka bahwa pertandingan dengan sistem satu leg tersebut menuai sukses besar. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, bahkan mengakui bahwa pertandingan dengan sistem satu leg membuat turnamen menjadi semakin menarik.

Baca juga: Juara Liga Champions Bareng Bayern, Juventus Lakukan Kesalahan Lepas Coman

PSG vs Bayern Munich

Tim-tim pasalnya dituntut untuk tidak melakukan kesalahan. Karena tak akan ada leg kedua untuk memperbaiki hasil. Dengan demikian, tim yang kalah pada pertandingan tersebut akan langsung tersingkir dari turnamen.

Maka dari itu, Ceferin pun memiliki ide untuk kembali menerapkan sistem tersebut di masa depan. Meski begitu, nyatanya terdapat sejumlah halangan sehingga penerapan sistes satu leg harus didiskusikan lagi.

Halangan terbesar tentunya datang dari pihak penyiar. Karena, jika pertandingan hanya dilangsungkan satu leg, maka jumlah laga yang dimainkan tentu lebih sedikit. Dengan demikian, pihak penyiar jelas akan mendapat kerugian.

“Kami terpaksa melakukannya, tetapi pada akhirnya kami melihat bahwa kami menemukan sesuatu yang baru. Jadi kami pasti akan memikirkannya di masa depan,” kata Ceferin, seperti dikutip dari Football Italia, Senin (24/8/2020).

“Pertandingan yang lebih menarik pastinya, tapi tentu saja kami juga harus memikirkan tentang fakta bahwa kami memiliki lebih sedikit pertandingan dan pihak penyiar (dapat) mengatakan, 'Anda tidak memiliki banyak pertandingan seperti sebelumnya, ini berbeda,'” lanjutnya.

“Jadi kami harus berdiskusi saat situasi gila ini berakhir. Apakah kami akan memainkan sistem ini? Tapi kami belum berdiskusi dengan siapa pun, itu hanya ide, kami akan bermain di satu kota. Jika Anda bermain di satu kota, Anda bisa bermain sepakbola selama seminggu atau semacamnya. Tapi masih terlalu dini untuk memikirkannya,” jelas Ceferin.

Turnamen Liga Champions sendiri sejatinya saat ini terikat kontrak untuk menjalankan sistem pertandingan dua leg hingga musim 2024-2025. Maka dari itu, jika sistem satu leg ingin diterapkan, tentunya tak bisa dalam wakti dekat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini