Share

Dibantai Inter, Pelatih Shakhtar Akui Timnya Kalah Kualitas

Andika Pratama, Okezone · Rabu 19 Agustus 2020 00:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 51 2264174 dibantai-inter-pelatih-shakhtar-akui-timnya-kalah-kualitas-60181pa6T8.jpg Lautaro Martinez vs Shakhtar Donetsk (Foto: Twitter/@Inter_en)

DUSSELDORF Inter Milan melenggang ke final Liga Eropa 2019-2020 usai mengalahkan Shakhtar Donetsk 5-0 di semifinal. Pertandingan Inter melawan Shakhtar berlangsung di Esprit Arena, Dusseldorf, Jerman, Selasa 18 Agustus 2020 dini hari WIB.

Pelatih Shakhtar, Luis Castro, mengakui timnya kalah kualitas dari Inter. Castro menyatakan Shakhtar sudah mempelajari permainan Inter yang berbahaya ketika serangan balik dan sepak pojok tetapi mereka tetap gagal mengantisipasinya.

Inter Milan vs Shakhtar Donetsk (Foto: Twitter/@FCShakhtar_eng)

Shakhtar yang mendominasi penguasaan bola kesulitan untuk menembus pertahanan Inter. Sementara itu, I Nerazzurri –julukan Inter– memanfaatkan setiap peluang di depan gawang Shakhtar dengan efektif.

Inter mampu mencetak lima gol berkelas melalui Lautaro Martinez (19’ da 74’), Danilo D’Ambrosio (64’), dan Romelu Lukaku (78’ dan 83’). Inter pun melenggang ke partai puncak untuk menantang Sevilla.

BACA JUGA: Lautaro Dinilai Pemain yang Tepat Jadi Penerus Aguero di Man City

“Kami tidak dapat menutup mereka di sisi sayap tempat mereka berulang kali menyebabkan masalah bagi kami sepanjang pertandingan. Kami mempelajari Inter dengan baik dan tahu mereka bisa berbahaya di sepak pojok, tetapi jika itu pertandingan yang seimbang hingga saat itu. Setelah gol kedua, Inter membuktikan keunggulan mereka,” kata Castro, menyadur dari Football Italia, Rabu (19/8/2020).

Inter pun jadi tim Italia pertama yang tampil di final Liga Eropa sejak Parma pada musim 1998-1999. Parma waktu itu keluar sebagai juara setelah mengalahkan Marseille 3-0.

Pasukan Antonio Conte kini memiliki tantangan untuk menyamai langkah Parma. Akan tetapi, itu tidak akan mudah karena Sevilla adalah tim yang sangat berpengalaman di Liga Eropa.

Los Nervionenses –julukan Sevilla– adalah satu-satunya tim yang pernah menjuarai Liga Eropa tiga musim beruntun. Sevilla mengukir rekor luar biasa itu pada 2014-2016.

Inter tidak boleh memandang Sevilla sebelah mata meskipun mereka baru saja menang besar atas Shakhtar. Nerazzurri harus bekerja keras di final untuk mengalahkan Sevilla.

Pertandingan Inter melawan Sevilla akan berlangsung di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman, Sabtu 22 Agustus 2020 dini hari WIB. Inter akan meraih trofi pertamanya sejak musim 2010-2011 jika mengalahkan Sevilla. Trofi Liga Eropa juga akan menjadi yang pertama bagi Conte sebagai Pelatih Inter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini