Share

Man United 3 Kali Gagal di Semifinal, Solskjaer Tuntut Perbaikan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 51 2263235 man-united-3-kali-gagal-di-semifinal-solskjaer-tuntut-perbaikan-FirHGnThxf.jpg Ole Gunnar Solskjaer menuntut perbaikan dari anak asuhnya (Foto: UEFA)

KOLN – Tiga kali gagal pada babak semifinal membuat Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, kecewa berat. Usai tersingkir pada Semifinal Liga Eropa 2019-2020, pria berkebangsaan Norwegia itu menuntut perbaikan dari anak asuhnya pada musim depan.

Laga sengit tersaji di Stadion RheinEnergie, Koln, Jerman, Senin (17/8/2020) dini hari WIB. Los Nervionenses berhasil melaju ke Final Liga Eropa 2019-2020 setelah menang tipis 2-1 atas sang wakil Inggris tersisa di kompetisi antarklub Benua Biru.

Tempo tinggi diperagakan kedua kesebelasan sejak awal laga. Man United langsung unggul pada menit sembilan berkat gol penalti Bruno Fernandes. Itu merupakan penalti ke-22 yang dihadiahkan wasit kepada Setan Merah sepanjang 2019-2020.

Baca juga: Sevilla vs Man United, Penampilan Luar Biasa Bounou Tuai Pujian

Luuk de Jong bawa Sevilla ke Final Liga Eropa 2019-2020 (Foto: UEFA)

Sevilla kemudian membalas dua gol, masing-masing satu di setiap babak. Suso menyamakan skor di menit 26, sebelum Luuk de Jong membawa timnya berbalik unggul pada menit 78. Sejumlah peluang yang dikreasi Man United sepanjang babak kedua gagal membuahkan hasil.

Man United kembali tersingkir di babak semifinal untuk ketiga kalinya setelah Piala Liga Inggris dan Piala FA. Bagi Ole Gunnar Solskjaer, hasil tersebut jelas terasa mengecewakan. Ia menuntut perbaikan penampilan dari anak asuhnya pada musim depan.

“Kami tentu harus berkembang jika ingin naik ke papan atas klasemen dan membuat langkah lebih jauh di kompetisi piala. Saya tidak pernah menjalani tiga partai semifinal dalam semusim (sebagai pelatih). Kami selalu berusaha meningkatkan kekuatan skuad,” ujar Ole Gunnar Solskjaer, sebagaimana dimuat laman resmi UEFA, Senin (17/8/2020).

Pria berusia 47 tahun itu mengakui anak asuhnya meningkat pesat sejak Februari 2020. Namun, setiap kali tersingkir, kekecewaan tetap dirasakan. Walau begitu, sejumlah aspek memang perlu ditingkatkan lagi untuk mendapatkan konsistensi.

“Ketika Anda tidak memanfaatkan setiap kesempatan, semuanya menjadi sulit. Kami memiliki tim yang muda dan dalam beberapa kesempatan hari ini, menunjukkan anak-anak harus belajar serta memiliki konsistensi,” imbuh pria berjuluk The Baby Faced Assassin itu ketika masih aktif bermain.

“Kami menampilkan performa fantastis sejak Februari. Namun, tetap saja mengecewakan karena tersingkir. Kami sudah melangkah begitu jauh. Sangat mengasyikkan bekerja sama dengan pemain-pemain ini, tetapi Anda bisa melihat mereka benar-benar kelelahan secara fisik dan mental,” tutupnya.

Kegagalan ini memastikan Man United menutup musim 2019-2020 tanpa raihan trofi. Namun, mereka berhasil mencapai target lolos ke Liga Champions 2020-2021 berkat finis ketiga di Liga Inggris musim ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini