TURIN – Pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tampak sebal merespons pertanyaan mengenai masa depannya di Stadion Allianz. Pria berpaspor Italia itu yakin Manajemen Juventus tidak akan mengambil keputusan, apalagi soal pemecatan, hanya dari satu laga saja.
Rumor soal pemberhentian Maurizio Sarri sebagai pelatih Juventus mulai kencang terdengar sejak sebelum pertandingan melawan Olympique Lyon. Menurut kabar, pria kelahiran Naples itu akan dipecat jika Si Nyonya Tua tersingkir pada babak 16 besar Liga Champions 2019-2020.
Tak disangka, Juventus benar-benar tersingkir di tangan Les Gones sekali pun menang dengan skor 2-1. Pertanyaan soal nasibnya pun kembali terlontar dalam konferensi pers usai pertandingan. Kali ini, Maurizio Sarri menjawab dengan cukup sengit.
Baca juga: Juventus vs Lyon, Perasaan Sarri Campur Aduk Usai Tersingkir

Pria berusia 61 tahun itu selama ini terkenal sebagai sosok yang kalem. Namun, kesabaran manusia jelas ada batasnya. Maurizio Sarri terang-terangan menyebut pertanyaan soal masa depannya merupakan bentuk serangan verbal terhadap manajemen Juventus.
“Kata-kata saya tidak sulit untuk ditafsirkan. Saya tidak yakin dewan direksi yang berada di level top akan mengambil keputusan hanya dari satu pertandingan saja. Mereka akan mengevaluasi keseluruhan musim ini,” terang Maurizio Sarri, dilansir dari Football Italia, Sabtu (8/8/2020).
“Saya menganggap pertanyaan seperti ini ofensif, bukan kepada saya, melainkan direksi Juventus. Saya punya kontrak dan akan menghormatinya. Saya tidak mengharapkan apa pun,” sergah mantan pelatih Napoli tersebut.