Kiprah Scott Parker, Eks Pemain Top yang Bawa Fulham Promosi ke Liga Inggris

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 45 2257140 kiprah-scott-parker-eks-pemain-top-yang-bawa-fulham-promosi-ke-liga-inggris-frVq4tQ1K1.jpg Scott Parker bawa Fulham promosi ke Liga Inggris 2020-2021. (Foto: @FulhamFC)

LONDON – Nama Scott Parker mungkin tidak asing di telinga pencinta sepakbola Inggris. Ketika aktif sebagai pemain profesional dalam kurun 1997-2017, Parker merupakan salah satu gelandang terbaik yang pernah dimiliki Inggris.

Berperan sebagai gelandang pivot, Parker piawai menyalurkan bola. Ketika dibutuhkan, pria yang memiliki wibawa tinggi itu juga dapat merebut bola. Tak heran selain pernah dipercaya membela klub teras Liga Inggris seperti Chelsea, Newcastle United dan Tottenham Hotspur, Parker juga pernah membela Tim Nasional Inggris.

Scott Parker

Dalam kurun 2003-2013, Parker sempat 18 kali membela Tim Nasional Inggris. Bahkan, Parker merupakan pemain andalan pelatih Roy Hodgson di Piala Eropa 2012. Singkat kata, setelah memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2017, Parker langsung mengambil lisensi kepelatihan.

Setelah itu, kesempatan Parker di level manajerial pun tiba pada musim 2018-2019, atau tepatnya ketika Fulham baru saja dinyatakan promosi ke Liga Inggris. Saat itu, Parker berperan sebagai asisten dari pelatih Fulham saat itu, Slavisa Jokanovic.

Namun, Jokanovic yang sudah diberikan pemain-pemain top seperti Aleksandar Mitrovic dan Andre Schurrle, gagal menaikkan performa The Cottagers –julukan Fulham. Kala itu dari 12 pertandingan Liga Inggris, Fulham hanya mendapatkan satu menang, dua imbang dan sembilan kalah.

Alhasil pada November 2018, Jokanovic dipecat dan digantikan Claudio Ranieri. Pelatih yang membawa Leicester City juara Liga Inggris 2015-2016 itu juga gagal total bersama Fulham. Dari 16 pertandingan di bawah asuhan Ranieri, Fulham hanya mendapatkan tiga menang, tiga imbang dan 10 kalah.

BACA JUGA: Promosi ke Liga Inggris 2020-2021, Fulham Bukan Klub Kacangan di Negeri Ratu Elizabeth

Sama seperti Jokanovic, Ranieri pun dipecat dan Parker diangkat sebagai pelatih caretaker. Parker yang minim pengalaman juga gagal mendongkrak performa Fabri dan kawan-kawan. Saat itu dari 10 pertandingan, Fulham racikan Parker hanya mendapatkan tiga menang dan tujuh kalah.

Hasil buruk itu membuat Fulham terdegradasi ke Divisi Championship 2019-2020. Meski terdegradasi, manajemen Fulham tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Parker untuk membesut tim di Divisi II.

Kepercayaan itu pun dibayar tuntas Parker. Mengandalkan pola 4-2-3-1, Parker membawa Fulham finis di posisi lima klasemen Divisi Champions 2019-2020. Finis di posisi tersebut membuat Fulham berhak tampil di babak playoff promosi bersama Brentford, Cardiff City dan Swansa City.

Di semifinal playoff yang dilangsungkan di Wembley, Fulham dipertemukan dengan tim peringkat empat, yakni Cardiff City. Singkat kata, Fulham menang 2-0. Kemudian di final playoff promosi yang digelar dini hari tadi, Fulham menang 2-1 atas Brentford, sekaligus memastikan tampil di Liga Inggris 2020-2021.

Scott Parker

(Parker saat diangkat pemain-pemain Fulham)

Sekarang, Parker mesti membutuhkan dirinya layak membesut Fulham di Liga Inggris 2020-2021. Mengingat sudah memiliki pengalaman, musim depan bisa dijadikan momentum pembuktian Parker (39 tahun) sebagai salah satu pelatih termuda tersukses yang eksis di Liga Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini