FIFA Dukung Gianni Infantino di Tengah Proses Pidana

Andika Pratama, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 13:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 51 2256075 fifa-dukung-gianni-infantino-di-tengah-proses-pidana-1arA1NabNs.jpg Gianni Infantino (Foto: FIFA)

ZURICH – Induk sepakbola dunia, FIFA, mendukung sang Presiden, Gianni Infantino, di tengah proses pidana yang menjeratnya. FIFA menilai Infantino tidak melakukan tindak pidana apa pun saat bertemu dengan Jaksa Agung Swiss, Michael Lauber, dan Kepala Jaksa Penuntut Umum untuk wilayah Valais Atas, Rinaldo Arnold.

FIFA mengeluarkan pernyataan resmi yang mendukung Infantino. FIFA menilai Infantino tidak melakukan kesalahan apa pun dalam pertemuannya dengan Lauber dan Arnold, sehingga Jaksa Penuntut Umum, Stefan Keller, tidak punya alasan untuk membuka penyelidikan.

Gianni Infantino (Foto: Istimewa)

Menurut FIFA, Infantino bertemu untuk memberi dukungan kepada Lauber dan Arnold dalam penyelidikan kasus korupsi yang terjadi di induk sepakbola dunia itu. FIFA menyebut Infantino tidak menyarankan Lauber dan Arnold segala bentuk tindak pidana dalam pertemuan itu.

“Tidak ada (tindak pidana) dan sama sekali tidak ada alasan untuk membuka penyelidikan karena tidak ada penjahat yang jauh telah terjadi dan sama sekali tidak ada yang menyarankan segala bentuk kesalahan pidana,” bunyi pernyataan FIFA, yang dikutip dari Sportsmole, Senin (3/8/2020).

BACA JUGA: Presiden FIFA Gianni Infantino Diduga Melakukan Tindak Kriminal

Kasus yang menjerat Infantino berawal dari Keller yang membuka penyelidikan kasus pidana yang berhubungan dengan Infantino. Kasus pidana itu berkaitan dengan korupsi dalam induk sepakbola tertinggi di dunia tersebut.

Infantino bertemu dengan Lauber dan Arnold untuk membicarakan kasus korupsi yang terjadi di FIFA pada 2015. Pertemuan itu dicurigai membicarakan kerja sama ilegal yang akan dilakukan terkait korupsi di FIFA.

Pertemuan itu lalu diselidiki oleh Komite Judisial Parlemen Swiss. Kantor Lauber digeledah pada 2 Maret silam, untuk mencari bukti-bukti kerja sama ilegal antara Jaksa Agung Swiss itu dengan Infantino. Setelah pengeledahan, Lauber pun menerima hukuman pemotongan gaji.

Meski Lauber telah dihukum, tetapi itu baru tahap awal. Penyelidikan yang dilakukan Komite Judisial Parlemen Swiss tetap berlanjut. Fakta-fakta lain yang memberatkan Lauber pun terkuak, sehingga ia terancam pemecatan. Akan tetapi, Lauber justru mengajukan pengunduran diri.

Komite Judisial Parlemen Swiss yang mencium adanya kejanggalan ingin Keller melakukan penyelidikan. Sementara itu, Lauber dan Infantino telah menyatakan mereka tidak melakukan hal yang menentang hukum dalam pertemuan tersebut.

“Untuk bertemu dengan Jaksa Agung Swiss adalah sah dan sangat sah,” ucap Infantino beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini